Kasus Corona Lampaui 300.000 di Dunia, AS 2 Besar di Luar Tiongkok

Kasus Corona Lampaui 300.000 di Dunia, AS 2 Besar di Luar Tiongkok
Petugas membawa korban terinfeksi virus "corona" ke ambulans. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 22 Maret 2020 | 05:25 WIB

New York, Beritasatu.com - Jumlah orang yang positif virus corona atau COVID-19, telah melampaui 300.000 ketika pandemi terus menyebar di seluruh dunia. Kondisi di AS, Italia dan Spanyol makin mengkhwatirkan bahkan ketika kasus corona di Tiongkok telah stabil, di mana virus pertama kali muncul.

Setidaknya 306.892 orang terinfeksi corona di seluruh dunia pada Minggu pukul 00:40 GMT atau Minggu (22/3/2020) pukul 07.50 WIB menurut data Worldometers. Jumlah kasus di AS telah melonjak hingga 26.111, menjadikannya salah satu negara yang paling parah di dunia. Hanya Tiongkok dan Italia yang lebih buruk dari AS.

Di Italia ada 793 kematian baru dan 6.557 kasus dikonfirmasi, menurut Associated Press. Negara ini memiliki total 53.578 kasus. Sementara 4.825 mengalami kematian, atau paling banyak dari seluruh negara dunia.  Jumlah kasus di Italia kedua di dunia setelah Tiongkok, episentrum wabah itu.

Adapun kasus kematian di Spanyol lebih dari 300 orang dalam satu hari, sehingga jumlah kematiannya menjadi 1.378. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di negara ini mencapai 25.496.

Meski Tiongkok masih mencatat kasus terbesar sebanyak 81.008 orang dinyatakan positif dan telah menelan korban jiwa 3.255 kematian, pandemi ini sebagian besar telah berpindah ke Eropa dan AS. WHO mengatakan lebih banyak kasus dilaporkan di Eropa setiap hari dibandingkan di Tiongkok.

Situasi meningkat signifikan di AS selama seminggu terakhir. Bahkan New York diperkirakan terjadi infeksi besar dalam beberapa minggu mendatang karena pengujian lebih tersedia. AS telah melakukan lebih dari 150.000 tes menurut COVID Tracking Project. Sekitar 650.000 orang dapat terinfeksi dalam beberapa bulan mendatang.

Sejauh ini, setidaknya 290 orang telah meninggal akibat virus di AS. Sebagian besar kematian terjadi di negara bagian Washington dan New York. Di New York ada 8.000 kasus dan terus mengalami lonjakan besar setiap hari. Kasus di New York City, mencakup sekitar sepertiga dari semua kasus di negara ini.

Sebanyak 45 negara bagian telah menutup semua sekolah, bar, dan restoran karena pemerintah melarang pertemuan dan menginstruksikan orang-orang untuk tinggal di rumah. California dan New York, di antara ekonomi terbesar di AS, telah menutup semua bisnis yang tidak penting untuk membatasi penyebaran virus. Langkah-langkah serupa telah diambil pada negara-negara seperti New Jersey, Illinois dan Connecticut.



Sumber: CNBC