Presiden Xi Tawarkan Bantuan Prancis, Spanyol, Jerman Antisipasi Corona

Presiden Xi Tawarkan Bantuan Prancis, Spanyol, Jerman Antisipasi Corona
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengenakan masker saat menyapa para pasien virus corona melalui video di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei, 10 Maret 2020. ( Foto: Xinhua )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 22 Maret 2020 | 12:50 WIB

Tiongkok, Beritasatu.com - Presiden Tiongkok Xi Jinping membuat gerakan diplomatik secara intensif ke Eropa pada Sabtu (21/3/2020) dengan menghubungi para pemimpin Prancis, Jerman, Spanyol dan Serbia untuk menawarkan dukungan guna melawan virus corona (Covid-19).

Seruan itu muncul karena banyak negara di Eropa menghadapi kekurangan peralatan medis untuk memerangi pandemi yang telah menewaskan lebih 13.068 orang di seluruh dunia berdasarkan data Worldometers Minggu (22/3/2020) pukul 04.45 GMT atau Minggu 12.00 WIB.

Italia adalah negara terparah di dunia dengan 4.825 orang tewas dan 53.578 terinfeksi. Di Spanyol, angka kematian melonjak menjadi 1.381, sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 25.496.

Sebaliknya, Tiongkok melaporkan tidak ada transmisi lokal baru selama tiga hari terakhir. Akibatnya, pembangkit listrik industri mampu mengirim jutaan masker wajah yang mungkin diperlukan ke Eropa.

Saat menghubungi Kanselir Jerman Angela Merkel, Xi mengatakan Tiongkok siap membantu semua yang diperlukan. "Jika Jerman membutuhkan, Tiongkok bersedia memberikan bantuan sesuai kemampuan kami," katanya seperti dikutip Xinhua, yang melaporkan panggilan telepon.

"Krisis kesehatan masyarakat adalah tantangan utama yang dihadapi manusia. Persatuan dan kerja sama adalah senjata yang paling kuat," katanya, seraya menambahkan bahwa Tiongkok bersedia berbagi informasi dan pengalaman memerangi corona.

"Beijing juga siap bekerja dengan Berlin di bidang lain, seperti pengembangan vaksin," kata Xi.

Jerman yang telah melaporkan 22.364 kasus dan 84 kematian, adalah satu-satunya negara dari empat negara yang disebut Xi belum meminta pasokan medis dari Tiongkok.

Dari empat negara yang disebut Xi, hanya Serbia yang bukan anggota Uni Eropa. Presiden Serbia Aleksandar Vucic, sebelumnya menolak solidaritas UE. "Tiongkok dan Serbia adalah mitra strategis yang komprehensif," kata Xi kepada Vucic pada Sabtu. "Persahabatan yang bagus kedua negara, seperti besi."

Xi berjanji memberi peralatan pelindung dan peralatan medis pada Serbia serta memasok bahan-bahan dari Tiongkok.

Vucic juga berhasil mendapatkan jaminan dari Presiden Tiongkok untuk mendapat tim medis ke Serbia, seperti yang sudah dikerahkan di Italia dan Spanyol, kata laporan Xinhua.

Meskipun Vucic mengkritik Uni Eropa, blok itu mengatakan pada Jumat akan memberi bantuan Serbia € 7,5 juta (US$ 8 juta). “Minggu depan, pesawat kargo akan membawa peralatan medis. Uni Eropa selalu ada untuk Serbia saat dibutuhkan."

"Aksi bukan kata-kata," demikian cuit Duta Besar UE untuk Beograd Sem Fabrizi di Twitter.

Baca juga: Para Relawan Vaksin Covid-19 di Wuhan Menceritakan Pengalamannya

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar Komisi Eropa, dan badan eksekutif Uni Eropa diberikan kekuasaan lebih untuk memerangi krisis kesehatan.

Dalam panggilan teleponnya dengan Macron, Xi juga meminta dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia. "Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Prancis untuk bersama-sama berkerja sama dalam mencegah penyakit, dan mendukung PBB dan WHO memainkan peran menciptakan kesehatan masyarakat global," katanya.

Komunikasi lewat telepon kedua pemimpin itu adalah yang kedua dalam tiga hari terakhir.

Baca juga: PM Johnson: Kasus Corona di Inggris 2 Minggu Lagi di Bawah Italia

Dalam jajak pendapat yang diterbitkan Jumat (20/3/2020) popularitas Macron naik melewati 50 persen untuk pertama kalinya sejak 2018, France24 melaporkan. Hasilnya menunjukkan publik Prancis menyetujui cara dia menangani krisis kesehatan.

Sementara panggilan telepon Xi ke Spanyol tidak biasanya karena Xi berbicara kepada Raja Felipe, kepala negara seremonial yang umumnya tidak ikut dalam politik. Meski demikian, Xi kembali menjanjikan dukungan dan kesediaan berbagi pengalaman dalam menangani dan merawat pasien corona, kata Xinhua.

Setelah tiga hari tidak ada infeksi baru di Tiongkok, beberapa warga Wuhan, kota yang paling parah terdampak corona merayakan dengan kembang api.

Upaya Beijing sekarang difokuskan pencegahan kasus impor. Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng mengatakan pada Sabtu bahwa jumlah infeksi tersebut telah meningkat 216 persen menjadi 269 pada Jumat, dari hanya 85 pada 11 Maret. Pada periode yang sama, jumlah total infeksi di seluruh dunia telah meningkat sebesar 98 persen . "Kita harus benar-benar menghentikan kasus impor, meningkatkan kontrol epidemi," katanya.



Sumber: South China Morning Post