Singapura Konfirmasi 54 Kasus Baru Covid-19

Singapura Konfirmasi 54 Kasus Baru Covid-19
Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura (National Centre for Infectious Diseases/NCID).
Jeany Aipassa / JAI Senin, 23 Maret 2020 | 20:56 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan Singapura (Ministry of Health Singapore), Senin (23/3/2020), melaporkan 54 kasus baru virus corona (Covid-19).

Data dari Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura (National Centre for Infectious Diseases/NCID) menyebutkan sebagian besar pasien baru kasus corona adalah warga negara Singapura yang kembali dari perjalanan ke luar negeri.

"Dari kasus infeksi (corona, Red) baru, 48 adalah kasus impor (warga yang kembali dari luar negeri, Red). Total kasus corona yang terkonfirmasi di Singapura sampai hari ini sebanyak 509 orang, dua diantaranya meninggal," bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura, Senin (23/3/2020).

Peningkatan kasus corona yang telah menjadi pandemi global itu, membuat Pemerintah Singapura kembali mengeluarkan peraturan baru untuk melindungi negara transit itu dari kemungkinan penyebaran wabah corona secara meluas. 

Pada Minggu (22/3/2020), Singapura mengumumkan aturan baru yang melarang kunjungan jangka pendek dan bahkan pemberhentian transit, baik lewat transportasi darat, laut, maupun udara, setelah lonjakan kasus corona dari warga Singapura yang kembali dari luar negeri.

Pada pekan lalu, Singapura memberlakukan kewajiban 14 hari isolasi bagi seluruh warga Singapura maupun warga asing yang kembali dari luar negeri atau masuk ke Singapura.

Warga asing yang hendak masuk ke Singapura harus menunjukkan bukti pemesanan hotel selama 14 hari atau alamat tempat tinggal, serta menyertakan surat keterangan kesehatan.

Namun aturan tersebut nampaknya tak mampu meredam lonjakan kasus corona di negara itu. Seiring dengan kembalinya warga negara Sigapura dari perjalanan luar negeri, banyak ditemukan kasus baru, sehingga otoritas Singapura mengeluarkan larangan perjalanan baru.

Akibat larangan kunjungan jangka pendek yang diumumkan otoritas Singapura pada Minggu (22/3/2020), maskapai Singapore Airlines mengumukan akan memangkas kapasitas hingga 96% dan menghentikan operasi hampir semua armadanya.

Wabah corona telah memukul sektor pariwisata dan penerbangan di berbagai negara. Saham maskapai penerbangan Singapore Airlines, yang mayoritas dimiliki BUMN Singapura, Temasek, turun lebih dari 9%, melampaui penurunan indeks saham di Bursa Singapura, yang turun 7% dan berada di jalur penurunan harian terbesar sejak Oktober 2008.



Sumber: Suara Pembaruan