75 Distrik di India Terkena Lockdown Total

75 Distrik di India Terkena Lockdown Total
Seorang pria menyeberangi jalan di Rajpath, New Delhi, India, selama pemberlakuan karantina untuk mencegah penularan virus corona pada 22 Maret 2020. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 24 Maret 2020 | 10:23 WIB

Beritasatu.com – Ratusan juta penduduk India terkena karantina wilayah atau lockdown sampai akhir bulan ini seiring meningkatnya upaya menghentikan penyebaran virus corona di negara tersebut.

Karantina wilayah diberlakukan di 75 distrik, termasuk kota-kota besar seperti New Delhi, Mumbai, Bangalore, Chennai, Hyderabad, dan Kalkuta, diikuti pembatasan perjalanan, kerja, dan lalu lintas orang dan barang hingga 31 Maret ke depan.

India – negara nomor dua paling padat penduduknya di dunia – telah melaporkan sedikitnya 415 kasus virus corona dan tujuh korban jiwa, menurut data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga.

Grafik kasus yang tiba-tiba melesat menimbulkan kekhawatiran atas kapasitas negara dalam menangani sebuah wabah besar, dan kemungkinan memburuknya kasus hingga ke skala seperti yang terjadi di Eropa sekarang.

Dr Balram Bhargava, Direktur Jenderal Badan Riset Medis India, mengklaim negara itu telah melakukan 5.000 tes sepanjang satu pekan kemarin, dan total sekitar 15.000 tes hingga sekarang. Pemerintah memiliki 111 laboratorium dengan kemampuan melakukan 60.000 sampai 70.000 tes per pekan, ditambah sekitar 60 laboratorium milik swasta yang sedang menunggu izin untuk bisa meningkatkan kapasitas pengujian, kata Bhargava.

Keputusan menerapkan lockdown di sejumlah wilayah diambil setelah India melakukan simulasi social distancing hari Minggu lalu, di mana 1,3 miliar penduduk diminta melakukan karantina sendiri di rumah selama 14 jam.

Dari pukul 07.00 pagi hingga 21.00, semua kantor dan unit usaha ditutup sepanjang hari itu, warga diminta tetap di rumah, dan jalanan serta pasar di seantero negeri yang biasanya penuh sesak menjadi nyaris kosong.

Baca juga: 8 WNI Dinyatakan Positif Covid-19 di India

Pembatasan kerja dan lalu lintas yang diperluas memaksa jutaan karyawan di sektor teknologi dan finansial untuk bekerja di rumah hingga akhir bulan ini.

Di New Delhi, transportasi umum seperti metro dan becak dihentikan sementara, semua toko, pabrik dan tempat ibadah ditutup, perjalanan antar negara bagian disetop, dan perbatasan negara juga ditutup.

Pengecualian diberikan kepada layanan-layanan penting seperti toko bahan pokok, rumah sakit, apotek, SPBU, telekomunikasi, jasa pos dan restoran yang melayani pengiriman.

"Peristiwa luar biasa butuh penanganan luar biasa pula,” kata Menteri Kepala Delhi, Arvind Kejriwal, di Twitter.

Sejumlah distrik, termasuk pusat industri finansial Mumbai, melarang kerumunan lebih dari tiga orang dan mereka yang melanggar bisa terkena sanksi hukum.

Sejumlah negara bagian memperluas karantina distrik itu menjadi karantina negara bagian. Misalnya Punjab, di mana menteri kepala setempat memerintahkan karantina sampai 31 Maret, kecuali untuk layanan penting. Punjab telah melaporkan 20 kasus Covid-19 dan satu korban jiwa.

Uttarakhand, Rajasthan dan Telangana juga telah menerapkan karantina negara bagian.

Dalam beberapa pekan terakhir, India telah melakukan sejumlah upaya drastis termasuk menutup perbatasan, menghentikan layanan visa, dan melarang penumpang dari sejumlah negara untuk masuk ke wilayah udaranya.

Layanan kereta api dihentikan sampai 31 Maret setelah sejumlah penumpang dinyatakan positif Covid-19. Jaringan kereta api India membentang hingga sejauh 760 juta kilometer dan pada dua tahun terakhir mengangkut sebanyak 8 miliar penumpang.



Sumber: CNN