Paket Stimulus Ekonomi

Atasi Corona, Depkeu AS dan Kongres Sepakat Kucurkan US$ 2 Triliun

Atasi Corona, Depkeu AS dan Kongres Sepakat Kucurkan US$ 2 Triliun
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin, menyampaikan penjelasan kepada pers, seusai pertemuan dengan delegasi Tiongkok untuk membahas kesepakatan mengakhiri perang dagang di Gedung Putih, Washington DC, 11 Oktober 2019. ( Foto: AFP / Nicholas Kamm )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 24 Maret 2020 | 13:37 WIB

Washington, Beritasatu.com - Departemen Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat (AS) dan Kongres sepakat mengucurkan paket stimulus ekonomi sebesar US$ 2 triliun atau sekitar Rp 33.000 triliun untuk mengatasi wabah virus corona (Covid-19). 

Kesepakatan itu dicapai setelah Menteri Keuangan (Menkeu) AS, Steven Mnuchin, melakukan pertemuan tertutup selama lebih dari dua jam dengan Pemimpin Kongres AS dari Partai Demokrat, Chuchk Schumer, pada Senin (23/3/2020) malam waktu setempat.

"Masih ada beberapa perbedaan kecil, tapi kami berharap paket ekonomi untuk menanggulangi pandemi virus corona dapat disetujui (dalam rapat Kongres, Red) pagi nanti (Selasa, 24/3/2020)," kata Schuck Schumer, seperti dikutip The New York Times, Senin (23/3/2020). 

Pertemuan antara Steven Mnuchin dan Chuck Schumer dilakukan setelah Demokrat untuk kedua kalinya memblokir paket stimulus senilai US$ 1,8 triliun atau sekitar Rp 30.000 triliun yang diajukan Partai Republik untuk mengatasi dampak Covid-19.

Demokrat menilai paket stimulus yang diajukan Partai Republik lebih menguntungkan sektor keuangan dan manufaktur terutama perusahaan besar, daripada membantu negara bagian dan pihak rumah sakit dalam menangani pasien dan keluarga pasien yang terdampak virus corona.

Demokrat telah menuntut pembatasan dan persyaratan pengawasan atas dana US$ 500 miliar yang diusulkan dalam paket stimulus Partai demokrat, yang digunakan untuk menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang menghentikan produksi akibat karyawannya diliburkan terkait upaya mencegah penyebaran corona.

Dari data yang diperoleh Reuters, RUU yang dirancang faksi Republik itu, memberikan otoritas Perbendaharaan AS untuk memberikan pinjaman hingga US$ 500 miliar atau sekitar Rp 8.315 triliun untuk jaminan pinjaman, dan investasi lain dalam bisnis, negara bagian, dan kota yang memenuhi syarat selama krisis.

Dari jumlah ini, Departemen Keuangan AS dapat memberikan pinjaman dan jaminan pinjaman hingga US$ 50 miliar atau sekitar Rp 831,575 triliun untuk maskapai penerbangan, US$ 8 miliar atau sekitar Rp 133,052 triliun untuk angkutan udara kargo dan US$ 17 miliar atau sekitar Rp 282,735 triliun untuk bisnis yang penting bagi keamanan nasional.

Sedangkan sisanya sebesar US$ 425 miliar atau sekitar Rp 7.076 triliun akan tersedia untuk pinjaman, jaminan pinjaman dan investasi lain untuk The Fed untuk menyediakan likuiditas untuk membantu sistem keuangan memberikan pinjaman kepada bisnis, negara bagian dan kota.

Demokrat memilih menolak paket stimulus Partai Republik, tetapi setelah diskusi lebih lanjut dengan Steven Mnuchin, Chuck Schumer mengatakan, dia berharap bahwa kedua belah pihak dapat bersama-sama dengan cepat mencapai kesepakatan dalam sidang Kongres pada Selasa (24/3/2020).

Sementara itu, Steven Mnuchin mengatakan telah sepakat dengan Chuck Schumer untuk meningkatkan anggaran paket stimulus penanggulangan corona menjadi US$ 2 triliun, namun kedua belah pihak masih akan merinci beberapa hal untuk kesepakatan akhir.

"Kami sangat dekat dengan kompromi, meskipun belum ada kesepakatan akhir, tapi negosiasi tetap lancar. Kami juga telah berbicara dengan Presiden (Donald Trump, Red) dan tanggapannya sangat positf," ujar Steven Mnuchin.



Sumber: Washington Post/New York Times