Setelah Lockdown, Wuhan pun Pulih

Setelah Lockdown, Wuhan pun Pulih
Penampakan WNI Mulai dari Wuhan Tiongkok Hingga Tiba di Natuna ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
/ HS Selasa, 24 Maret 2020 | 13:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - "Strategi lockdown corona di China: brutal tapi efektif," demikian judul salah satu halaman utama The Guardian edisi 19 Maret 2020. Tanda-tanda keberhasilan lockdown Wuhan, Hubei, Tiongkok, itu sudah mulai terlihat. Dalam lima hari terakhir, tidak ada lagi temuan kasus baru Covid-19 di Provinsi Hubei.

Data yang dihimpun Antara dari Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) pada 24 Maret tercatat 67.800 kasus positif COVID-19 di Provinsi Hubei dengan angka kematian 3.153 orang dan kesembuhan 59.882 orang. Wuhan memang memberikan kontribusi terbanyak dengan 50.000 (positif), 2.517 (kematian), dan 42.788 (kesembuhan).

Kota Wuhan pun sudah mulai pulih, meskipun tidak 100 persen dengan mulai beroperasinya lagi perusahaan otomotif China-Jepang, Dongfeng-Honda Motor Corp, yang mempekerjakan lebih dari 12.000 karyawan per 11 Maret. Otoritas Wuhan mencabut beberapa pembatasan akses keluar-masuk wilayahnya mulai 22 Maret.

Demikian halnya dengan jaringan transportasi publik di Wuhan yang mulai beroperasi secara bertahap. Penduduk setempat hanya perlu menunjukkan kartu keterangan sehat yang dapat dipindai dari ponsel kepada petugas keamanan yang berjaga di kompleks perumahan. Kemudian petugas memeriksa suhu badan sebelum mengizinkan warganya keluar atau memasuki kompleks perumahan.

Sementara kontrol perjalanan antardistrik (kecamatan) di Kota Wuhan telah dihapus, demikian pengumuman otoritas setempat. Masyarakat dari luar kota yang hendak memasuki Wuhan terlebih dulu harus mengajukan aplikasi permohonan untuk mendapatkan izin yang kemudian ditunjukkan kepada petugas perbatasan berikut kartu sehat di ponsel. Dokumen-dokuman lainnya untuk memasuki Kota Wuhan sudah tidak diperlukan lagi.

Sebaliknya, Pemerintah Kota Beijing memperketat wilayahnya seiring dengan bertambahnya kasus impor Covid-19 yang dibawa para pendatang yang baru kembali. Penerbangan dari berbagai negara tujuan Beijing, mulai 23 Maret, dialihkan ke 12 kota lain yang bandar udaranya sudah dilengkapi fasilitas kesehatan untuk pengecekan Covid-19. Penumpang yang tidak memiliki gejala apa pun diizinkan kembali naik pesawat tujuan Ibu Kota Tiongkok itu.

Beberapa bandara internasional di Tianjin, Taiyuan (Provisi Shanxi), dan Hohhot (Daerah Otonomi Mongolia Dalam) sejak 20 Maret sudah bisa menampung para penumpang internasional. Demikian juga beberapa bandara lainnya yang masuk daftar tujuan pengalihan terdapat di Shijiazhuang (Provinsi Hebei), Jinan dan Qingdao (Provinsi Shandong), Nanjing (Provinsi Jiangsu), Shenyang dan Dalian (Provinsi Liaoning), Zhengzhou (Provinsi Henan), Xi'an (Provinsi Shaanxi), dan Pudong (Shanghai).
Otoritas Beijing mewajibkan penumpang yang baru datang dari berbagai negara untuk melakukan tes asam nukleat Covid-19.

Di Beijing terdapat dua bandara internasional, yakni Bandara Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) di Distrik Shunyi yang berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat kota dan Bandara Daxing di Distrik Daxing yang baru dioperasikan pada Oktober 2019 sekitar 70 kilometer dari pusat kota.

Hingga 22 Maret pukul 12.00 waktu setempat, Komisi Kesehatan Pemerintah Kota Beijing mencatat 99 kasus impor Covid-19 dari berbagai negara. Padahal hingga 21 Maret tidak ada kasus tambahan Covid-19 dari penduduk setempat dalam 15 hari terakhir. Di Tiongkok teradapat 353 kasus impor hingga 23 Maret sebagaimana data NHC, sedangkan Beijing menyumbang 31 persen.

Sementara itu, kehidupan sehari-hari di beberapa provinsi lainnya dalam beberapa hari terakhir sudah mulai normal. Beberapa tempat hiburan di Kota Shenyang, Provinsi Liaoning, seperti bar, karaoke, panti pijat, salon kecantikan, da pusat kebugaran sudah buka secara bertahap. Lebih dari 82 persen pusat perbelanjaan di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, juga sudah buka, seperti laporan Hongxing News. Fasilitas publik, seperti museum, galeri seni, dan pusat kebudayaan di Provinsi Jiangxi juga telah beroperasi.



Sumber: ANTARA