Inggris Lockdown 3 Minggu, Ruang Publik Tutup

Inggris Lockdown 3 Minggu, Ruang Publik Tutup
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memberikan penjelasan dalam pertemuan mingguan di House of Commons (parlemen), London, pada 30 Oktober 2019. ( Foto: AFP / Jessica Taylor )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 24 Maret 2020 | 14:45 WIB

London, Beritasatu.com - Pemerintah Inggris telah memperketat pembatasan ruang publik (lockdown) dalam upaya menahan penyebaran virus corona di negara itu. Perintah ini berlaku untuk tiga minggu ke depan dan bisa dilonggarkan jika memungkinkan.

Pada Selasa pagi atau Selasa siang WIB (24/3/2020), semua bangunan dan tempat-tempat umum yang tidak penting ditutup, mulai perpustakaan, gereja, pusat kebugaran, dan taman bermain. Selain itu, semua acara sosial termasuk pernikahan dan pembaptisan dihentikan.

Masyarakat telah diberitahu untuk tinggal di rumah. Mereka hanya bisa meninggalkan rumah untuk untuk membeli makanan atau obat-obatan, memberikan perawatan, bekerja jika benar-benar diperlukan, atau berolahraga sekali sehari.

Baca juga: Kurangi Virus Corona, PM Inggris Perintahkan Warganya Tinggal di Rumah

Pada Senin malam (23/3/2020), Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dalam pidato yang disiarkan televisi mengatakan, bahwa semua warga harus tinggal di rumah. "Hal penting yang harus kita lakukan guna menghentikan penyebaran penyakit adalah antarrumah tangga," tambah Johnson.

"Itu sebabnya orang yang diizinkan meninggalkan rumah hanya untuk tujuan tertentu," kata perdana menteri.

Adapun hal itu adalah berbelanja kebutuhan pokok, olahraga sekali sehari sendiri atau bersama anggota rumah tangga misalnya lari, berjalan, atau bersepeda. Selain itu, tenaga yang memberikan perawatan pasien dan bepergian ke dan dari tempat kerja, tetapi hanya jika benar-benar diperlukan.

Siapa pun yang tidak mengikuti aturan dikenai denda dari polisi, yang sekarang memiliki wewenang menegakkan membubarkan pertemuan.

Baca jugaMyanmar Laporkan Kasus Pertama Covid-19

Langkah-langkah pengetatan datang setelah anggota parlemen Inggris memperdebatkan undang-undang darurat Senin yang dirancang untuk memberikan kekuatan pemerintah lebih besar untuk menegakkan tindakan yang dirancang.

Kritik ditujukan pada masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran tinggal di rumah. Cuaca cerah akhir pekan mendorong ribuan orang pergi ke ruang terbuka seperti taman nasional dan pantai di seluruh Inggris. Dalam banyak kasu, hal ini menciptakan keramaian yang melanggar pedoman pemerintah untuk menjaga jarak sosial.

Johnson mengatakan Senin malam bahwa corona merupakan ancaman terbesar yang dihadapi negara ini selama beberapa dekade. "Di seluruh dunia kita melihat dampak dahsyat virus tak kasat mata ini."

Jumlah kasus global yang dikonfirmasi kini telah melampaui 350.000 dan jumlah kematian telah meningkat di atas 15.000. "Di Inggris hingga 23 Maret, ada 6.650 kasus virus corona yang dikonfirmasi dan 335 orang telah meninggal karena virus," kata Departemen Kesehatan Inggris.



Sumber: CNBC