Kasus Corona Meningkat, PM Inggris Larang Warga Keluar Rumah

Kasus Corona Meningkat, PM Inggris Larang Warga Keluar Rumah
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memberikan penjelasan dalam pertemuan mingguan di House of Commons (parlemen), London, pada 30 Oktober 2019. ( Foto: AFP / Jessica Taylor )
Natasia Christy Wahyuni / JAS Selasa, 24 Maret 2020 | 16:37 WIB

London, Beritasatu.com - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengumumkan pengawasan ketat atas pergerakan warganya setelah peningkatan kematian akibat virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) di negara itu. Sebanyak 54 lagi kematian akibat Covid-19 diumumkan dalam kurun 24 jam pada Senin (23/3/2020), sehingga menambah jumlah kematian akibat virus ini di Inggris menjadi 335.

Pembatasan ini pada dasarnya membuat warga Inggris berada dalam lockdown, meskipun tidak bertindak sejauh negara-negara Eropa lain khususnya Italia dan Spanyol. Johnson mengatakan langkah itu akan dievaluasi setelah tiga pekan dan orang-orang tidak perlu menyerahkan dokumen (surat izin) untuk pergi ke luar.

“Mulai malam ini, saya harus memberikan perintah sangat sederhana kepada warga Inggris, Anda harus tinggal di rumah karena hal penting yang harus kita lakukan adalah menghentikan penyebaran penyakit antarrumah tangga,” kata Johnson, Senin malam waktu setempat.

Pemerintah Inggris melarang warganya meninggalkan rumah mereka kecuali untuk alasan sangat terbatas. Ini menjadi pembatasan paling ketat di negara itu sejak akhir Perang Dunia II.

Polisi akan membubarkan pertemuan publik dan menjatuhkan denda kepada para pelanggarnya. Pertokoan, pusat kebugaran, dan tempat ibadah akan ditutup, serta seluruh pertemuan sosial termasuk pernikahan akan ditunda, kecuali pemakaman.

“Orang-orang hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk tujuan sangat terbatas,” kata Johnson.

Dia menyebut empat alasan warganya diizinkan keluar rumah yaitu belanja kebutuhan dasar, melakukan satu jenis olah raga dalam sehari, menyediakan pelayanan medis, atau pergi bekerja jika benar-benar penting.

“Hanya itu, itu semua alasan untuk meninggalkan rumah. Kamu tidak boleh bertemu teman. Jika temanmu meminta bertemu, kamu harus katakan ‘tidak’. Kamu tidak seharusnya bertemu anggota keluarga yang tidak tinggal di dalam rumahmu,” tambah Johnson.

“Jika kamu tidak mengikuti aturan, polisi punya kekuatan untuk memaksa dengan membubarkan pertemuan publik dan denda,” ujar Johnson.

Jumlah kasus positif Covid-19 di Inggris saat ini mencapai 6.726 dari total 382.108 kasus secara global. Berdasarkan data Johns Hopkins University, Inggris menempati posisi keenam dari jumlah kasus terbanyak Covid-19 di Eropa. Sedangkan, lima besar jumlah kasus tertinggi Covid-19 di Eropa adalah Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, dan Swiss.



Sumber: CNN,Aljazeera