Dalam Sehari, 54 Warga Inggris Meninggal Karena Corona

Dalam Sehari, 54 Warga Inggris Meninggal Karena Corona
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyampaikan pidato di luar 10 Downing Street di London, Inggris, Jumat (13/12/2019), menyusul kemenangan pemilihan umum partai Konservatifnya. ( Foto: AFP / Ben STANSALL )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Selasa, 24 Maret 2020 | 16:46 WIB

London, Beritasatu.com - Inggris mencatat peningkatan signifikan kasus kematian akibat virus corona (Covid-19). Hanya dalam sehari, pada Senin (23/3/2020), tercatat 54 warga Inggris meninggal, sehingga total kasus kematian akibat corona di negara itu bertambah menjadi 335 orang. 

Jumlah kasus positif Covid-19 di Inggris saat ini mencapai 6.726 dari total 382.108 kasus secara global. Berdasarkan data Johns Hopkins University, Inggris menempati posisi keenam dari jumlah kasus terbanyak Covid-19 di Eropa. Sedangkan, lima besar jumlah kasus tertinggi Covid-19 di Eropa adalah Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, dan Swiss.

Peningkatan kasus kematian akibat corona itu membuat pemerintah Inggris memberlakukan lockdown (penutupan) wilayah dan pengawasan ketat atas pergerakan warga, selama tiga minggu ke depan. Meskipun tidak  memberlakukan lockdown penuh seperti Italia dan Spanyol, larangan itu membuat warga Inggris harus tinggal di rumah dan harus memperoleh izin untuk bepergian ke luar negeri. 

“Mulai malam ini, saya harus memberikan perintah sangat sederhana kepada warga Inggris, Anda harus tinggal di rumah karena hal penting yang harus kita lakukan adalah menghentikan penyebaran penyakit antar rumah tangga,” kata Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, Senin (23/3/2020) malam waktu setempat.

Pemerintah Inggris melarang warganya meninggalkan rumah mereka kecuali untuk alasan sangat terbatas. Ini menjadi pembatasan paling ketat di negara itu sejak akhir Perang Dunia II. Pertemuan lebih dari 2 orang dilarang dan polisi akan membubarkan pertemuan publik dan menjatuhkan denda kepada para pelanggarnya.

Pertokoan, pusat kebugaran, dan tempat ibadah akan ditutup, serta seluruh pertemuan sosial termasuk pernikahan akan ditunda, kecuali pemakaman. “Orang-orang hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk tujuan sangat terbatas,” kata Boris Johnson.

Warga Inggris hanya diizinkan ke luar rumah untuk empat alasan, yaitu belanja kebutuhan dasar, melakukan satu jenis olah raga dalam sehari, menyediakan pelayanan medis, atau pergi bekerja jika benar-benar penting.

“Jika Anda tidak mengikuti aturan, polisi punya kekuatan untuk memaksa dengan membubarkan pertemuan publik dan denda,” ujar Boris Johnson.



Sumber: Al Jazeera/CNN