Sepekan, Kematian Akibat Corona di AS Naik 6 Kali Lipat

Sepekan, Kematian Akibat Corona di AS Naik 6 Kali Lipat
Dokter menguji staf rumah sakit dengan gejala seperti virus corona (COVID-19) di tenda-tenda yang didirikan sebagai rumah sakit darurat, di Bronx, New York, Amerika Serikat, Selasa (24/3/2020). ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 25 Maret 2020 | 18:39 WIB

Washington, Beritasatu.com - Kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) menunjukan lonjakan signifikan. Dalam sepekan terakhir, angka kematian pasien positif corona naik lebih dari enam kali lipat.

Pada 17 Maret 2020, jumlah kematian akibat corona di AS tercatat mencapai 100 orang. Tetapi dalam waktu sepekan, tepatnya pada Selasa (24/3/2020), jumlah tersebut meningkat hingga lebih dari enam kali lipat menjadi 690 orang.

Bahkan pada Senin (23/3/2020), AS mencatat kematian 100 orang akibat virus corona, yang merupakan kasus tertinggi dalam sepekan terakhir. Saat ini, kasus corona positif di AS telah mencapai lebih dari 53.000 orang. 

Peningkatan kasus wabah mematikan itu, membuat sejumlah negara bagian mengikuti jejak California dan New York yang telah memberlakukan lockdown (penutupan) kegiatan sekolah dan bisnis, serta mengeluarkan perintah agar warganya tinggal di rumah.

Hingga Selasa (24/3/2020), tercatat 16 negara bagian telah memberlakukan aturan tersebut, sehingga berdampak pada 158 juta warga AS yang diwajibkan melakukan karantina pribadi dan menjaga jarak sosial.

Negara-negara bagian yang telah memberlakukan aturan “tinggal di rumah” antara lain , California, New York, San Fransisco, New Jersey, Washington, Indiana, Massachusetts, Michigan, Wisconsin, West Virginia, Minnesota, Nevada, Rhode Island, Vermont, Colorado, dan Oregon.

Pada Senin (23/3/2020), Gedung Putih akhirnya merilis pedoman “15 Hari untuk Menghentikan Penyebaran Corona”. Namun Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan agar kegiatan perekonomian kembali normal seusai libur Paskah, yakni pada pertengahan April 2020, justru ketika para ahli memperkirakan kemungkinan wabah corona di AS mencapai puncak wabah.

Peralatan Medis

Sementara itu, para gubernur di negara-negara bagian AS mengeluhkan kurangnya peralatan medis dan kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien di rumah sakit, seiring dengan peningkatan jumlah kasus corona positif.

Gubernur New York, Andrew Cuomo, Pada hari Selasa, gubernur mengungkapkan bahwa jumlah kasus positif di New York telah meningkat melebihi 25.000 pada Selasa (24/3/2020), dan tim medis memperkirakan dibutuhkan sekitar 140.000 tempat tidur rumah sakit untuk menampung pasien virus.

Para gubernur telah meminta bantuan pemerintah federal, khususnya untuk peralatan ventilator, masker penutup wajah dan pakaian pelindung untuk tenaga medis yang merawat pasien.

Gedung Putih telah mengirim 2.000 ventilator untuk membantu New York, pada Selasa (24/3/2020) dan berjanji akan mengirim lebih dari 2.000 ventilator pada Rabu (25/3/2020). Bantuan yang sama juga disalurkan Gedung Putih ke beberapa negara bagian lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan