Malam Ini, Jokowi Ikuti KTT G20 Virtual Bahas Corona

Malam Ini, Jokowi Ikuti KTT G20 Virtual Bahas Corona
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Natasia Christy Wahyuni / WBP Kamis, 26 Maret 2020 | 05:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa negara-negara G20 yang digelar secara virtual pada Kamis (26/3/2020) pukul 19.00. KTT luar biasa yang dipimpin kepala negara Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud sebagai presidensi G20 tahun 2020, akan membahas penanganan virus corona (Covid-19).

Para kepala negara G20 diharapkan menghasilkan pernyataan bersama terkait Covid-19. Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi akan berdiskusi secara online dengan para pemimpin negara anggota G20 dan organisasi internasional termasuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional (IMF). Tujuannya, bukan hanya membahas penanganan krisis, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial yang mempengaruhi rantai pasokan global. IMF memperkirakan dampak Covid-19 berpotensi seburuk krisis 2008. Oleh karena itu, pertemuan G20 menjadi sangat dinantikan dunia untuk mendukung stabilitas keuangan dan perekonomian global.

“Presiden RI akan berpartisipasi dalam KTT G20 untuk mendorong solidaritas global yang memerlukan aksi bersama dan terkoordinasi, seperti kepentingan untuk kebutuhan akses dan keterjangkauan peralatan kesehatan dan vaksin,” sebut siaran pers Kementerian Luar Negeri, Rabu (25/3/2020).

Baca juga: Dow Jones Menguat Didorong Kesepakatan Stimulus US$ 2 Triliun

Ditambahkan, bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, dukungan pendanaan dalam mekanisme bilateral, regional, atau multilateral secara global perlu didukung dengan peningkatan kerja sama internasional dalam memerangi Covid-19, termasuk segala dampak ekonomi dan sosialnya.

KTT Luar Biasa G20 ini juga membahas aspek perdagangan dan kerja sama internasional untuk menjamin kelancaran arus barang dan jasa, serta penguatan upaya global untuk merespons Covid-19.

Sebelum pelaksanaan KTT luar biasa itu, negara-negara G20 juga telah menggelar pertemuan virtual menteri keuangan dan gubernur bank sentral pada 23 Maret 2020, serta pertemuan Sherpa G20 pada 25 Maret 2020.

Baca juga: Emas Jatuh US$ 27 Setelah Dua Hari Beruntun Menguat

Dalam pertemuan virtual tingkat menkeu dan gubernur bank sentral dibahas paket stimulus dalam kerangka Covid-19. Sedangkan, Bank Dunia dan IMF juga sepakat mengeluarkan bantuan pendanaan untuk meredam dampak pandemi virus corona terhadap perekonomian global.

Sedangkan dalam pertemuan Sherpa G20, Indonesia menyampaikan perlunya kelompok itu untuk berfokus mendukung negara berkembang dan Least Developed Countries (LDCs) sebagai pihak yang diperkirakan paling rentan terhadap dampak pandemi Covid-19.

G20 yang dibentuk tahun 1999 merupakan forum utama kerja sama ekonomi internasional yang memiliki posisi strategis. Kelompok itu secara kolektif mewakili 85 persen GDP dunia, 75 persen perdagangan global, dan dua per tiga penduduk dunia.



Sumber: BeritaSatu.com