Korban Meninggal Akibat Corona di Spanyol Lampaui Tiongkok

Korban Meninggal Akibat Corona di Spanyol Lampaui Tiongkok
Petugas membawa korban terinfeksi virus "corona" ke ambulans. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 26 Maret 2020 | 07:10 WIB

Madrid, Beritasatu.com - Jumlah kematian akibat virus corona di Spanyol melonjak 738 orang dalam semalam melebihi Tiongkok, episentrum penyakit itu.

Menurut data Worldometers Kamis (26/5/2020) pukul 07.00 WIB, dengan 3.647 tewas, Spanyol menempati urutan kedua jumlah kematian tertinggi di dunia setelah Italia sebanyak 7.503 orang meninggal. Secara global,  kasus positif corona telah menginfeksi 468.301 orang dengan 21.180 kematian dan 113.812 dinyatakan sembuh.

Rumah jompo di seluruh Spanyol kewalahan menangani kasus ini, dan arena skating di Madrid telah berubah menjadi kamar mayat darurat. Polisi pada Rabu (25/3/2020) berjaga di luar arena, yang biasanya dijadikan tempat pesta ulang tahun anak-anak, ketika mobil jenazah tiba di gedung.

Pemerintah mengatakan Wakil Perdana Menteri Spanyol Carmen Calvo telah dites positif corona. Namun Carmen dalam kondisi baik. Ini menjadikan anggota kabinet ketiga yang terinfeksi corona.

Baca juga: Malam Ini, Jokowi Ikuti KTT G20 Virtual Bahas Corona

Jalan-jalan di Madrid dan Barcelona sepi. Begitu pula kota-kota dan desa-desa di seluruh Spanyol. Sementara mobil pemadam kebakaran menyemprotkan desinfektan ke jalan-jalan. Pihak berwenang melakukan pengujian massal untuk pekerja publik di sebuah tempat pameran di Madrid, salah satu daerah yang paling terkena banyak korban.

Staf medis Spanyol telah mengambil tuntutan hukum kepada pemerintah. Mereka mengeluhkan kurangnya peralatan pelindung seperti masker, dan sarung tangan.

"Tentara Spanyol telah meminta NATO untuk membantu ventilator, perlengkapan pelindung dan peralatan pengujian," kata Kepala Angkatan Bersenjata Miguel Villarroya, Rabu.

Baca juga: Teknologi Contact Tracing Corona Singapura Gratis Bagi Developer

Pemerintah telah memesan masker, sarung tangan, alat uji, dan ventilator senilai 432 juta euro (US$ 467 juta) untuk dikirimkan selama delapan minggu ke depan. Demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Spanyol, Salvador Illa.

Sementara sebuah pabrik sepatu di Spanyol Utara telah beralih bisnisnya membuat masker pelindung sederhana. "Sekarang kami bekerja keras untuk membuat sesuatu yang sedikit lebih canggih untuk kepentingan medis," kata CEO pabrik sepatu Callaghan, Basilio Garcia, mengatakan kepada Reuters.

Spanyol memasuki hari ke-11 dari 15 hari penutupan secara nasional yang kemungkinan akan diperpanjang hingga 30 hari. Sekolah, bar, restoran, dan sebagian besar toko tutup. Pertemuan sosial dilarang. Warga terkurung di rumah mereka. "Kami telah mengurangi kontak sosial secara total," kata Chief Heath Emergency Spanyol Fernando Simon pada konferensi pers, menambahkan bahwa Spanyol mendekati puncak epidemi.

Jumlah kasus corona meningkat seperlima dari total kasus dalam semalam menjadi 49.515 pada Rabu. Jumlahnya bisa jauh lebih tinggi karena pemerintah melaporkan 130.000 orang sakit terkait virus, mencakup pekerja yang terinfeksi atau dalam isolasi pencegahan. Jumlah itu tidak termasuk pensiunan.

Selain dampak kesehatan, corona telah memukul ekonomi Spanyol, dengan puluhan ribu pekerja diberhentikan sementara seperti sektor ritel, pariwisata dan manufaktur. Salah satu pengusaha terbesar Spanyol, El Corte Ingles, mengatakan akan memberhentikan sementara 22.000 pekerja di department store.

Di bandara Malaga di Spanyol Selatan, pintu gerbang ke kawasan wisata Costa del Sol, ribuan pelancong menunggu penerbangan pulang, banyak yang tidur di kursi atau di lantai.



Sumber: Reuters