Menlu: Ada Empat Hal Dibahas dalam KTT LB G20

Menlu: Ada Empat Hal Dibahas dalam KTT LB G20
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berbicara pada forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Kamis (26/3/2020) malam. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / ALD Jumat, 27 Maret 2020 | 10:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan, ada empat hal yang dibahas para kepala negara dalam pertemuan KTT Luar Biasa (LB) G20 pada Kamis (26/3/2020) malam WIB. Empat poin tersebut semua terkait dengan upaya mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian global.

“Dari pertemuan tadi, dikeluarkan pernyataan kepala negara yang intinya dibagi dalam empat hal,” kata Retno Marsudi seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti KTT LB G20 yang dilakukan secara virtual melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis malam.

Pertama, lanjut Retno Marsudi, upaya untuk mengurangi pandemi corona di antara negara-negara anggota G20.

Kedua, bagaimana menjaga pertumbuhan ekonomi global yang terdampak dengan adanya penyebaran virus corona.

Ketiga, bagaimana mengurangi disrupsi perdagangan. Dan keempat adalah bagaimana negara-negara G20 memperkuat kemitraan global atau global cooperation,” ungkapnya.

“Jadi itulah roh atau apa yang muncul dan disampaikan para kepala negara, dan juga apa yang disampaikan Presiden dalam KTT khusus mengenai Covid-19 yang dilakukan negara-negara G20,” jelasnya.

KTT LB G20 ini digagas Arab Saudi selaku ketua G20 tahun 2020. Sebanyak 20 negara anggota G20, tujuh negara undangan, sembilan organisasi internasional, dan dua organisasi regional mengikuti KTT LB G20 ini.

Dalam KTT LB tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan sikap pemerintah Indonesia. Di antaranya mengajak para pemimpin negara G20 untuk bersama-sama memenangkan dua peperangan, yaitu melawan Covid-19 dan melawan pelemahan ekonomi dunia.

Selain itu, G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan Covid-19 dan mendorong agar pandemi ini jangan sampai menganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun bertahun-tahun. Untuk itu, G20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti-virus dan obat Covid-19, tentunya bersama WHO.

Presiden Jokowi juga mendorong negara anggota G20 untuk bekerja sama dan mensinkronkan kebijakan dan instrumen ekonomi untuk melawan keterpurukan ekonomi sebagai dampak dari Covid-19. “Kita harus mencegah resesi ekonomi global, melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi, serta memperluas dan memperkuat jaring pengaman sosial terutama bagi UMKM,” ujar Presiden Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com