Kematian Akibat Corona di Italia 10.000, Lockdown akan Diperpanjang

Kematian Akibat Corona di Italia 10.000, Lockdown akan Diperpanjang
Warga tengah duduk di pusat Kota Milan, Italia, Minggu (8/3/2020) ( Foto: AFP )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 29 Maret 2020 | 05:34 WIB

Milan, Beritasatu.com - Korban kematian akibat wabah virus corona di Italia mencapai lebih 10.000 pada Sabtu waktu setempat atau Minggu (29/3/2020) pukul 05.30 WIB Sabtu berdasarkan data worldometers. Mengacu angka tersebut, lockdown nasional hampir dipastikan akan diperpanjang.

Para pejabat setempat mengatakan 889 lebih orang meninggal dalam 24 jam terakhir, atau kematian harian tertinggi kedua sejak epidemi muncul pada 21 Februari. Adapun total kematian mencapai 10.023. Sementara Kkasus yang dikonfirmasi meningkat sekitar 6.000 menjadi 92.472, kasus kedua tertinggi di dunia di belakang Amerika Serikat (AS).

Para pejabat mengatakan jumlah itu akan terus meningkat tanpa kebijakan lockdown nasional. “Tanpa langkah ini, kita akan melihat angka yang jauh lebih buruk dan layanan kesehatan akan tidak mampu menangani," kata Head Civil Protection Angelo Borelli, yang merilis kasus setiap hari kepada media.

Baca juga: Spanyol Laporkan 832 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Italia, negara Barat pertama yang memberlakukan pembatasan ketat sejatinya lockdown akan berakhir mulai Jumat depan. Namun hal itu sulit diwujudkan. "Ada sejumlah faktor yang membuat kami percaya bahwa berakhirnya lockdown 3 April harus ditunda," kata Menteri Perindustrian Italia Stefano Patuanelli kepada stasiun televisi Italia Rai.

Wilayah Lombardy, yang merupakan pusat penyebaran mencatat 542 kematian baru, sehingga jumlah totalnya menjadi 5.944.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte telah mendesak Uni Eropa (UE) untuk merilis recovery bond untuk membantu mendanai mengantisipasi wabah corona. Dia mengatakan, kegagalan mengatasi keadaan darurat akan menjadi kesalahan fatal bagi blok UE.

Baca juga: Hampir 600.000 Orang di Dunia Positif Virus Corona

Dalam sebuah wawancara dengan harian Italia Il Sole 24 Ore pada Sabtu, Conte mengatakan instrumen utang diperlukan dalam pemulihan guna mendukung ekonomi seluruh wilayah.

Sementara Menteri Pendidikan Italia Lucia Azzolina mengatakan penutupan sekolah dan universitas, yang dimulai pada 5 Maret, harus diperpanjang 3 April lalu.

Menteri Italia untuk wilayah selatan menyatakan keprihatinan tentang potensi ketegangan sosial dan kerusuhan sipil bisa terjadi di daerah miskin jika epidemi bergerak ke selatan. "Saya khawatir bahwa kekhawatiran atas kesehatan, pendapatan, dan masa depan, dan berlanjut krisis, akan berubah menjadi kemarahan dan kebencian," kata Menteri Giuseppe Provenzano kepada surat kabar La Repubblica Sabtu.

Gubernur wilayah Puglia selatan, Michele Emiliano, mengatakan lockdown harus diperpanjang sampai pertengahan Mei.

Hinngga Minggu (29/3/2020) pukul 05.30 WIB berdasarkan data worldometers kasus corona di dunia encapai 660.147 dengan kematian 30.642 dan pasien sembuh 1411.464.

Berikut lima besar kasus corona di dunia:
1. Amerika Serikat 121.043 kasus dengan kematian 2.020 dan sembuh 3.231.
2. Italia 92.472 kasus dengan kematian 10.023 dan sembuh 12.384.
3. Tiongkok 81.394 kasus dengan kematian 3.295 dan sembuh 74.971.
4. Spanyol 74.232 kasus dengan kematian 5.982 dan sembuh 12.285.
5. Jerman 6.824 kasus dengan kematian 5.982 dan sembuh 8.481.



Sumber: Reuters