India Manfaatkan Gerbong Kereta untuk Isolasi Pasien Corona

India Manfaatkan Gerbong Kereta untuk Isolasi Pasien Corona
Seorang Sadhu (orang suci Hindu) duduk di dalam sebuah kuil yang terkunci ketika membaca sebuah buku agama selama hari pertama lockdwon nasional 21-hari yang diberlakukan pemerintah India sebagai langkah pencegahan coronavirus COVID-19 di Allahabad pada 25 Maret 2020. ( Foto: AFP / Sanjay Konaojia )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 29 Maret 2020 | 06:31 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - India berencana mengubah gerbong kereta api menjadi bangsal isolasi pasien virus corona, ketika pihak berwenang berjuang mempersiapkan infrastruktur kesehatan negara mengantisiasi proyeksi lonjakan kasus.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi meminta 1,3 miliar warganya pada minggu ini untuk tinggal di rumah selama tiga minggu ke depan melalui kebijakan lockdown terbesar di dunia. Langkah ini untuk menekan penyebaran corona. Diketahui, jaringan kereta api India yang merupakan urat nadi negara itu, telah mati akibat kebijakan lockdown.

"Satu kereta api telah diubah menjadi prototipe fasilitas karantina bagi pasien corona," kata otoritas Kereta Api milik negara dalam sebuah pernyataan Sabtu (29/3/2020).

Baca juga: Kematian Corona di Italia 10.000, Lockdown Hampir Pasti Diperpenjang

Begitu mendapatkan izin, rencananya untuk masing-masing zona rel kereta api India diubah menjadi 10 setiap minggu. Berdasarkan situs resminya, Indian Railways memiliki 16 zona. "Kereta api menawarkan lingkungan bersih, dan sanitasi higienis bagi pasien untuk pulih dengan nyaman," demikian cuit Menteri Kereta Api India, Piyush Goyal tanpa merinci berapa banyak orang yang bisa dirawat di setiap kereta.

Mengacu data worldometers Minggu (29/3/2020) pukul 06.30 WIB, India telah melaporkan 987 kasus terinfeksi corona, dan 24 kematian. Secara keseluruhan, jumlah kasus corona di Asia Selatan telah meningkat menjadi 2.648, termasuk 39 kematian.

Baca juga: Spanyol Laporkan 832 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Langkah lockdown telah berdampak pada ekonomi India, khususnya masyarakat miskin, termasuk jutaan pekerjaan buruh migran di kota. Banyak warga yang kembali ke desanya sehingga menimbulkan kekhawatiran menyebarkan virus ke seluruh India.

"Pada Sabtu, seorang pekerja migran, yang berangkat dari New Delhi sejauh 270 kilometer ke kampung halamannya di negara bagian India tengah Madhya Pradesh, pingsan dan mati," kata seorang pejabat polisi.

Kementerian Dalam Negeri India pada Sabtu menyarankan pada negara untuk menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi para migran di kamp-kamp bantuan di sepanjang jalan raya.



Sumber: Reuters