PM Narendra Modi Minta Maaf, Lockdown di India Tetap Diberlakukan
INDEX

BISNIS-27 532.645 (0.35)   |   COMPOSITE 6373.41 (7.9)   |   DBX 1200.38 (0)   |   I-GRADE 185.572 (-1.85)   |   IDX30 530.591 (1.96)   |   IDX80 143.3 (1.12)   |   IDXBUMN20 436.746 (0.64)   |   IDXESGL 146.832 (1.65)   |   IDXG30 145.313 (-1.67)   |   IDXHIDIV20 465.476 (1.87)   |   IDXQ30 150.721 (-1.62)   |   IDXSMC-COM 298.62 (1.8)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (5.72)   |   IDXV30 150.9 (5.44)   |   INFOBANK15 1063.78 (-18.45)   |   Investor33 452.728 (-0.28)   |   ISSI 189.451 (1.04)   |   JII 667.742 (5.84)   |   JII70 234.615 (1.72)   |   KOMPAS100 1279.35 (2.16)   |   LQ45 988.752 (2.86)   |   MBX 1764.22 (2.52)   |   MNC36 335.71 (0.75)   |   PEFINDO25 340.233 (1.02)   |   SMInfra18 325.434 (-1.27)   |   SRI-KEHATI 386.573 (-1.21)   |  

PM Narendra Modi Minta Maaf, Lockdown di India Tetap Diberlakukan

Minggu, 29 Maret 2020 | 21:50 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

New Delhi, Beritasatu.com - Perdana Menteri India Narendra Modi meminta maaf kepada publik karena memberlakukan karantina nasional atau lockdown. Meski kebijakan tersebut memicu protes yang berujung kerusuhan, Modi tetap mempertahankan keputusannya itu.

Menurutnya lockdown sebagai keputusan yang keras tetapi harus dilakukan demi memenangkan pertempuran melawan pandemi virus corona.

"Saya minta maaf karena mengambil langkah-langkah kasar yang telah menyebabkan kesulitan dalam hidup Anda, terutama orang-orang miskin," kata Modi dalam pidato bulanannya, yang disiarkan oleh radio pemerintah.

"Saya tahu beberapa dari kamu akan marah padaku, tetapi langkah-langkah sulit ini diperlukan untuk memenangkan pertempuran ini. "

Perintah lockdown yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai berlaku pada hari Rabu (25/3/2020) untuk menjaga 1,3 miliar orang India di rumah untuk semua kecuali perjalanan penting ke tempat-tempat seperti pasar atau apotek. Ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus melonjak dan membanjiri sistem kesehatan India yang sudah tegang.

Para pejabat kesehatan India telah mengonfirmasi 867 kasus virus corona, termasuk 25 kematian. Para ahli mengatakan penyebaran lokal tidak dapat dihindari di negara di mana puluhan juta orang tinggal di daerah perkotaan yang padat dalam kondisi sempit dengan akses air bersih yang tidak teratur.

Penguncian itu menyebabkan puluhan ribu orang, sebagian besar buruh harian laki-laki tetapi juga keluarga, mengungsi dari rumah mereka di New Delhi, dan secara efektif membuat jutaan orang India yang hidup dari pendapatan harian tidak bekerja.

Modi mengatakan dia "tidak punya pilihan selain membuat keputusan ini untuk melawan virus corona."



Sumber: RTHK


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pesawat Lionair Jatuh di Bandara Manila, 8 Penumpang Meninggal

Dilaporkan pesawat yang jatuh tersebut dimiliki Lionair Inc dengan nomor ekor RPC5880 dan membawa pasokan medis.

DUNIA | 29 Maret 2020

Update Virus Corona Kemlu: 1 WNI di Inggris Meninggal

Satu WNI yang terinfeksi virus corona (Covid-19) di Inggris, telah meninggal dunia. Total WNI di luar negeri yang meninggal akibat corona jadi dua orang.

DUNIA | 29 Maret 2020

Total Kematian Global Covid-19 Lebih dari 30.000 Orang

Total kematian akibat coronavirus disease 2019 (Covid-19) secara global telah mencapai lebih dari 30.000 orang dengan jumlah kasus infeksi melampaui 610.000.

DUNIA | 29 Maret 2020

Lewati 2.000, Kematian Akibat Corona di AS Naik 2 Kali Lipat dalam 3 Hari

Kasus yang dikonfirmasi di Amerika Serikat mencapai 123.750.

DUNIA | 29 Maret 2020

Vatikan Umumkan Hasil Tes, Paus dan Ajudan Tidak Terpapar Corona

Satu orang warga Santa Marta yang terpapar corona.

DUNIA | 29 Maret 2020

Beda dengan WHO, Ilmuwan Tiongkok Sarankan Ini ke Warga Eropa dan AS

Pendapatan Gao berbeda dengan anjuran WHO.

DUNIA | 29 Maret 2020

Pakistan Tangkap 38 Ulama Karena Gelar Salat Berjamaah di Masjid

Secara keseluruhan, jumlah kasus corona di Asia Selatan meningkat menjadi 2.648, termasuk 39 kematian.

DUNIA | 29 Maret 2020

India Manfaatkan Gerbong Kereta untuk Isolasi Pasien Corona

Satu kereta api telah diubah menjadi prototipe fasilitas karantina bagi pasien corona.

DUNIA | 29 Maret 2020

Kematian Akibat Corona di Italia 10.000, Lockdown akan Diperpanjang

889 lebih orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

DUNIA | 29 Maret 2020

Spanyol Laporkan 832 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan jumlah para pekerja kesehatan yang terinfeksi di negara itu dilaporkan sebagai tertinggi di dunia.

DUNIA | 28 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS