Cegah Sebaran Virus Corona, Menko PMK Harap WNI Tak Pulang ke Indonesia

Cegah Sebaran Virus Corona, Menko PMK Harap WNI Tak Pulang ke Indonesia
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soetta melakukan pemeriksaan suhu tubuh seorang penumpang yang berasal dari Singapura setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (10/2/2020). Setelah Pemerintah resmi menaikan status Travel Warning atau kewaspadaan perjalanan ke zona kuning, petugas KKP Klas 1 Soetta melakukan pengetatan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan terhadap penumpang pesawat yang berasal dari Singapura. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 31 Maret 2020 | 14:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) bersifat sukarela. Namun, ia mengharapkan WNI tidak pulang ke Indonesia untuk mencegah risiko adanya imported case virus corona baru di Indonesia.

“Mengenai pemulangan mereka, jadi kepulangan mereka sifatnya sukarela. Jadi kita tidak ada program untuk memulangkan mereka, bahkan kita harapkan nggak usah pulang,” kata Muhadjir Effendy seusai mengikuti ratas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (31/3/2020).

Ia mengharapkan bila tidak ada keperluan mendesak dan masih merasa nyaman di luar negeri, WNI tidak perlu pulang ke Indonesia.

“Jadi kalau tidak perlu pulang, kalau di sana masih nyaman dan tidak ada mudarat, sebaiknya terap tinggal di sana,” ujar Muhadjir Effendy.

Intinya, lanjut Muhadjir Effendy, kepulangan WNI sifatnya sukarela. Bahkan, pihaknya justru lebih berusaha untuk menahan WNI tidak pulang ke Indonesia.

“Karena apa? Sesuai pesan dari Bapak Presiden, adalah menjaga keselamatan WNI yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kalau di luar negeri sudah aman, sebaiknya ya di sana saja dulu, tidak pulang, karena Indonesia sendiri juga sedang berusaha menjaga keselamatan warga di dalam negeri,” papar Muhadjir Effendy.

Apalagi bila pemerintah di negara tersebut bisa memberikan kenyamanan, seperti yang dilakukan Pemerintah Malaysia, lebih baik WNI tetap tinggal di sana sampai pandemi corona di Indonesia mereda.

Menurutnya, pemerintah akan memberikan bantuan kepada WNI yang ada di Malaysia yang terkena dampak kebijakan Movement Control Order (MCO).

”Tadi Pak Presiden menyampaikan, kita akan mengirim bantuan sosial ke WNI di Malaysia, terutama bagi mereka yang berstatus pekerja harian, buruh harian yang terdampak kebijakan pemerintah Malaysia, yakni MCO. Kita sedang diskusikan, disepakati, intinya kirim bantuan, yang sudah disepakati antara kami, Bu Menlu, dengan Panglima TNI, takan kirim sembako dan bahan pokok lain,” terang Muhadjir Effendy.

Pengiriman sembako akan menggunakan transportasi dari TNI bekerja sama dengan Tentara Diraja Malaysia untuk angkutan darat ketika sampai di Malaysia.

Untuk pekerja migran di negara-negara lain, menurut Muhadjir Effendy belum ada tanda-tanda mereka akan pulang, seperti yang terjadi dari pekerja migran di Malaysia.

“Bahkan ABK, tidak semuanya akan pulang. Sebagian besar mungkin masih akan bertahan di kapal masing-masing, terutama kapal yang tidak menghadapi masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan yang berlaku sama bagi semua WNI yang pulang ke tanah air.

“Pada saat kami menyebutkan masalah yang diberlakukan untuk semua WNI yang kembali ke Indonesia, ini tentunya berlaku bagi WNI kita dari manapun, termasuk para pekerja yang datang dari Hong Kong. Yang kita siapkan protokol yang berlaku bagi semua WNI yang kembali,” tukas Retno Marsudi.



Sumber: BeritaSatu.com