Pertama Kalinya, 700 Tewas dalam Sehari Akibat Corona di AS

Pertama Kalinya, 700 Tewas dalam Sehari Akibat Corona di AS
Dokter menguji staf rumah sakit dengan gejala seperti virus corona (COVID-19) di tenda-tenda yang didirikan sebagai rumah sakit darurat, di Bronx, New York, Amerika Serikat, Selasa (24/3/2020). ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 1 April 2020 | 07:17 WIB

New York, Beritasatu.com -Pemerintah Amerika Serikat (AS) membangun ratusan rumah sakit darurat untuk meredakan ketegangan yang melanda sistem kesehatan ketika negara adi daya itu kewalahan menghadapi virus corona (covid-19). Pada Selasa waktu setempat atau Rabu pagi WIB (1/4/2020) ada 700 kematian dalam satu hari, pertama kalinya di AS. Jumlah itu sama dengan kematian setiap dua menit.

Hampir setengah kematian itu terjadi di negara bagian New York, episentrum pandemi corona. Wali Kota New York Bill de Blasio yang meminta bantuan pemerintahan pusat Donald Trump, mengatakan kemungkinan terburuk masih akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan.

“Ini adalah titik di mana kita harus bersiap untuk minggu depan ketika ada jumlah kasus naik secara signifikan. Yang saya tanyakan dengan sangat jelas, adalah personel medis militer yang akan ditempatkan di sini,” kata de Blasio di Billie Jean King National Tennis Center di Queens, tempat sebuah rumah sakit lapangan sedang dibangun.

De Blasio yang berasal dari Partai Demokrat, telah meminta Gedung Putih untuk menambah 1.000 perawat, 300 tenaga khusus pernapasan dan 150 dokter pada 5 April. Namun belum direspons pemerintahan Trump.

Baca juga: Lampaui Tiongkok, Kematian Akibat Corona di AS Tembus 3.807 Orang

Hingga kini lebih 3.800 orang meninggal karena Covid-19 di Amerika Serikat, atau lebih korban meninggal dalam serangan 11 September 2001. Total kasus AS yang dikonfirmasi naik menjadi 186.000, naik 21.000 dari hari sebelumnya berdasarkan data worldometers Rabu pagi WIB.

Para ahli medis Gedung Putih mengatakan sekitar 100.000 hingga 200.000 orang berpotensi meninggal karena penyakit ini pada 2020, meskipun ada perintah pembatasan keluar rumah di sebagian besar kota di AS.

Lebih dari 30 negara di dunia memerintahkan warganya tinggal di rumah untuk menahan penyebaran virus. Kondisi ini membuat ekonomi tertekan dan menyebabkan jutaan orang tidak gaji untuk sementara waktu.

Sementara Korps Insinyur Angkatan Darat AS sedang mencari hotel, asrama, pusat konvensi, dan ruang terbuka besar untuk membangun sebanyak 341 rumah sakit. Hal itu diungkapkapkan Kepala korps Letnan Jenderal Todd Semonite, pada program ABC News “Good Morning America”.

Baca jugaKapal Induk Amerika Terjangkit Wabah Corona dan Menyebar Cepat

Korps telah bergabung dengan para pejabat negara bagian New York untuk mengubah Pusat Konvensi Jacob Javits di Kota New York menjadi rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur dalam waktu seminggu.

Di Los Angeles, pusat konvensi besar kota itu sedang diubah menjadi pusat medis federal oleh tentara Garda Nasional. Demikian diungkapkan Wali Kota Gil Garcetti melalui akun Twitter.

Di California, negara bagian AS terpadat, jumlah pasien corona meningkat selama beberapa hari terakhir, dengan lebih 7.400 kasus dikonfirmasi pada Selasa dan 150 kematian.

Pandemik juga telah menelan korban dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya, yang kelelahan bekerja dan tidak memiliki alat pelindung diri mencukupi. "Ini melelahkan dan menekan," kata Gubernur New York Andrew Cuomo pada konferensi pers saat mengungkapkan bahwa saudaranya, pembawa berita CNN, Chris Cuomo, telah dites positif corona.

"Lihat, lebih dari sekadar lelah secara fisik, saya hanya lelah secara emosional."

Seorang perawat di ICU rumah sakit besar di Manhattan mengaku terkejut dengan kondisi pasien muda yang memburuk tanpa masalah kesehatan yang mendasarinya. "Seorang rekan di ICU berusia 28 tahun saat ini sakit bahkan kesulitan menaiki satu tangga tanpa terengah-engah," kata perawat itu, yang meminta identitasnya dirahasikan karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Kematian akibat virus corona di Amerika Serikat (AS) mencapai 3.807 orang pada Selasa pukul 22.58 GMT atau Rabu (1/4/2020) pukul 06.00 WIB. Jumlah ini melebihi total kematian yang dilaporkan di Tiongkok. Kematian di AS tiga besar tertinggi di dunia di belakang Italia 12.428 kematian dan Spanyol 8.464 orang meninggal.

1. Amerika Serikat (AS) 186.046 kasus dengan kematian 3.807 orang dan sembuh 6.347 orang.
2. Italia 105.792 kasus dengan kematian 12.428 orang dan sembuh 15.720 orang.
3. Spanyol 95.923 kasus dengan kematian 8.464 orang dan sembuh 19.259 orang.
4. Tiongkok 81.518 kasus dengan kematian 3.305 orang dan sembuh 76.052 orang.
5. Jerman 71.808 kasus dengan kematian 3.523 orang dan sembuh 16.100 orang.



Sumber: Reuters