Antisipasi Gelombang Dua Corona, Tiongkok Lockdown Kota Jia

Antisipasi Gelombang Dua Corona, Tiongkok Lockdown Kota Jia
Pasien Covid-19 menjalani perawatan. ( Foto: AFP )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 3 April 2020 | 06:56 WIB

Tiongkok, Beritasatu.com - Pemerintah Tiongkok melakukan lockdown sebuah kabupaten di Tiongkok Tengah setelah kasus virus corona muncul kembali. Langkah ini menunjukkan sulitnya menahan wabah di tengah sejumlah orang tidak menunjukkan gejala penyakit covid-19.

Kabupaten Jia dengan populasi sekitar 640.000, pada Rabu (1/4/2020) meminta semua kompleks perumahan ditutup. Mereka yang meninggalkan rumah agar membuat kartu identitas, memakai masker, dan melakukan pemeriksaan suhu. Sementara lalu lintas mobil juga dibatasi.

Langkah itu dilakukan menyusul seorang wanita terinfeksi setelah mengunjungi dokter yang membawa virus, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Para peneliti menyatakan carrier yang tidak menunjukkan gejala ini memainkan peran besar menyebarkan patogen kepada orang lain.

Baca juga: Kasus Corona di Dunia Tembus 1 Juta, Korban Tewas 50.000 Orang

Banyak negara, terutama dengan kapasitas pengujian terbatas, tidak melakukan tes pada semua warganya, kecuali menunjukkan gejala seperti demam dan batuk.

Tiongkok telah secara resmi melaporkan tidak ada kasus pada 19 Maret. Namun ada kekhawatiran munculnya gelombang kedua baik di dalam negeri maupun dari pada pelancong yang tiba di perbatasan.

Sementara intelijen Amerika Serikat (AS) juga menuduh Tiongkok tidak transparan melaporkan total kasus dan kematian akibat penyakit corona.

Dokter Terinfeksi
Pengujian yang dilakukan oleh rumah sakit daerah Jia pada 25 Maret terhadap pekerja medis yang merawat pasien Covid-19 mengungkapkan infeksi corona menimpa tiga dokter. Namun dokter itu tidak menunjukkan gejala covid-19. Tiga dokter tersebut makan bersama di sebuah restoran pada 13 Maret. Salah satu dari mereka sebelumnya telah melakukan perjalanan ke Wuhan dan dikarantina sendiri selama dua minggu setelah kembali.

Baca juga: Pengidap Covid-19 Ludahi Orang Sebelum Tewas di Kereta

Saat ini ketiganya dikarantina. Tetapi infeksi itu tidak diumumkan ke publik karena Tiongkok tidak mengungkapkan jumlah infeksi sampai minggu ini.

Alhasil kritik bermunculan dari kalangan domestik dan internasional. Negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang selalu menyertakan pasien tanpa gejala yang dites positif dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi. Sementara di Tiongkok, kasus masuk kategori dikonfirmasi hanya setelah mulai menunjukkan gejala. Ini berarti bahwa warga Tiongkok yang tidak menunjukkan gejala, tetapi membawa virus, tidak pernah dihitung sebagai kasus yang dikonfirmasi.

Di Jia, infeksi ketiga dokter itu terungkap ketika seorang wanita berusia 59 tahun menderita demam dan sakit kepala, setelah mengunjungi salah satu dokter. Kunjungan itu terjadi sebelum karantina dokter dimulai pada 25 Maret.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan ada 1.367 kasus asimtomatik di bawah karantina nasional pada 31 Maret.



Sumber: Bloomberg