WHO: Waspada, Makin Banyak Usia Muda Terjangkit Corona

WHO: Waspada, Makin Banyak Usia Muda Terjangkit Corona
Seorang akan laki-laki menutupi kepalanya dengan kardus di stasiun kereta Shanghai, Tiongkok, Kamis, 13 Februari 2020, di tengah-tengah wabah virus korona jenis baru (Covid-19). ( Foto: AFP / Noel Celis )
Dwi Argo Santosa / DAS Senin, 6 April 2020 | 09:52 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Warga dunia perlu waspada karena semakin banyak orang yang berusia muda terjangkit virus corona atau Covid-19 dan bahkan meninggal. Peringatan itu disampaikan pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru-baru ini.

Persepsi yang selama ini sudah kadung terpatri dalam benak warga dunia adalah bahwa mereka yang rentan terhadap serangan Covid-19 adalah golongan usia tua dan kematian lebih mengancam pada mereka yang memiliki penyakit bawaan lainnya.

"Kami melihat semakin banyak individu usia muda yang menderita sakit parah (karena corona)," ujar Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove pada jumpa pers di Jenewa, Jumat (3/4).

Data mengenai makin banyak usia muda terjangkit dan meninggal akiba Covid-19 diperoleh dari sejumlah negara di Eropa. Beberapa dari kasus yang ditemukan memang individu bersangkutan sudah memiliki kondisi yang mendasari penyakit tersebut namun pada beberapa kasus lainnya tidak ditemukan.

“Masih banyak yang tidak diketahui tentang virus, termasuk mengapa penyakit ini berkembang menjadi penyakit parah pada beberapa individu tetapi tidak pada yang lain,” kata Van Kerhove.

Dia menambahkan bahwa ketika virus menyebar ke lebih banyak negara dan lebih banyak data klinis dikumpulkan, para peneliti belajar tentang perilaku virus. Sebagian besar orang dengan penyakit parah dan dalam perawatan intensif cenderung berusia tua atau memiliki kondisi yang mendasarinya seperti penyakit bawaan. “Namun yang kami lihat di beberapa negara adalah (kenyataan) bahwa ada individu yang berusia 30-an, 40-an, atau 50-an tahun dirawat di ICU dan meninggal," katanya.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan menyatakan, adalah suatu kesalahan untuk percaya bahwa virus hanya berdampak parah pada orang tua dan orang-orang yang memiliki penyakit bawaan. Di Italia, salah satu wabah terbesar di dunia, 10% hingga 15% dari semua orang dalam perawatan intensif berusia di bawah 50 tahun. Di Korea, satu dari enam kematian terjadi pada orang di bawah usia 60 tahun.

"Ada kecenderungan selama beberapa bulan terakhir, sikap yang hampir meremehkan bahwa penyakit ini hanya parah pada orang tua dan akan baik-baik saja pada orang yang lebih muda, dan di situlah masalahnya,'" kata Ryan.

Ryan mengulangi betapa pentingnya bagi kaum muda untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus, tidak hanya untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menahan penyebaran dan melindungi orang lain yang lebih rentan.

WHO sebelumnya telah memperingatkan bahwa virus itu dapat menginfeksi orang-orang muda dan meskipun mungkin lebih jarang penyakit ini juga dapat berkembang menjadi penyakit yang parah dan mengancam jiwa. Bulan lalu, para pejabat kesehatan dunia merujuk sebuah penelitian di Tiongkok yang meneliti 2.143 kasus anak-anak dengan Covid-19 yang dikonfirmasi atau diduga yang dilaporkan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok antara 16 Januari dan 8 Februari.

Studi itu menunjukkan bahwa lebih dari 90% kasus adalah kasus tanpa gejala, ringan, atau sedang. Namun, hampir 6% dari kasus anak-anak itu parah atau kritis, dibandingkan dengan 18,5% untuk orang dewasa.

"Saya pikir buktinya ada di sana selama ini, bahwa ada spektrum keparahan, dan itu jelas lebih parah pada kelompok usia yang lebih tua, tetapi ada spektrum keparahan pada orang yang lebih muda juga," kata Ryan.



Sumber: CNBC