Kasus Corona di New York Kalahkan Lima Negara

Kasus Corona di New York Kalahkan Lima Negara
Warga berduyun-duyun ke Hudson River Park, New York, Minggu (5/4/2020), meskipun pemerintah telah mengeluarkan aturan menjaga jarak sosial dan tinggal di rumah, untuk menghambat penyebaran virus corona. ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 8 April 2020 | 19:20 WIB

New York, Beritasatu.com - Total kasus positif virus corona (Covid-19) di negara bagian New York, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (7/4/2020), telah mengalahkan jumlah kasus serupa di lima negara, yakni Spanyol, Italia, Prancis, Jerman dan Tiongkok.

Pada Selasa (7/4/2020), data www.worldometers.info menunjukan kasus positif corona di New York  tercatat sebanyak 142.384 orang. Angka tersebut melampaui total kasus corona di Spanyol yang sebanyak 141.942 orang, Italia 135.586 orang, Prancis 109.069 orang, Jerman 107.663 orang dan Tiongkok 81.740 orang.

New York telah menjadi negara bagian atau provinsi utama penyebaran virus corona di dunia, mengalahkan Provinsi Hubei di Tiongkok, yang menjadi tempat asal virus mematkan itu. Bahkan data penyebaran corona menunjukkan salah satu negara bagian utama di AS itu, memiliki kasus positif corona yang melampaui jumlah total kasus di lima negara.

Setiap hari, jumlah kasus baru corona di New York bisa mencapai 10.000 orang dengan kematian yang tinggi. Pada Selasa (7/4/2020), jumlah kasus baru corona di New York tercatat sebanyak 10.468, dengan 731 kematian baru, sehingga total kematian akibat corona di Ne York mencapai 5,489 orang.

Penambahan jumlah kasus corona yang seolah tak terkendali, membuat Gubernur New York, Andrew Cuomo, berang.  Andrew Cuomo memutuskan untuk memperketat larangan ke luar rumah dan aturan menjaga jarak sosial, yang disertai dengan denda. 

Mulai Senin (6/4/2020), New York memberlakukan denda maksimum sebesar US$ 1.000 atau sekitar Rp 16,145 juta bagi setiap warga yang mengabaikan aturan “social distancing” atau jarak sosial.

Pengumuman itu, disampaikan Andrew Cuomo setelah mengevaluasi pemberlakuan aturan jarak sosial yang melarang warga ke luar rumah kecuali untuk alasan penting, namun diabaikan. Denda maksimal sebesar US$ 1.000 merupakan aturan ketat yang diberlakukan negara bagian New York untuk memperlambat penyebaran virus korona (Covid-19) yang mematikan.

“Alasannya, terlalu banyak warga New York tidak menganggap serius peraturan. Ini bukan tentang hidupmu. Anda tidak berhak mempertaruhkan nyawa orang lain," kata Andrew Cuomo dalam konferensi pers di Albany, New York.

Menurut Andrew Cuomo, warga seharusnya menganggap serius aturan jarak sosial, agar penyebaran virus korona dapat dikendalikan dan tidak terus menambah korban jiwa. Pada akhir pekan, warga New York tetap bepergian dan berkumpul di taman kota, sehingga memicu kekhawatiran akan memperluas penyebaran wabah korona.

Andrew Cuomo juga memperingatkan warga untuk mentaati larangan ke luar rumah, demi mengurangi jumlah orang yang terinfeksi. Pasalnya, rumah sakit telah kelebihan kapasitas dan staf medis pun kesulitan menangani pasien yang terus bertambah.

“Terus terang, Anda tidak berhak merepotkan staf layanan kesehatan dan membahayakan orang-orang yang benar-benar mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan pasien (Corona, red), dengan bersikap angkuh atau ceroboh. Anda tidak berhak,” ujar Andrew Cuomo.



Sumber: Suara Pembaruan, New York Times, CNBC