Kasus Corona di New York Kalahkan Lima Negara
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Kasus Corona di New York Kalahkan Lima Negara

Rabu, 8 April 2020 | 19:20 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

New York, Beritasatu.com - Total kasus positif virus corona (Covid-19) di negara bagian New York, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (7/4/2020), telah mengalahkan jumlah kasus serupa di lima negara, yakni Spanyol, Italia, Prancis, Jerman dan Tiongkok.

Pada Selasa (7/4/2020), data www.worldometers.info menunjukan kasus positif corona di New York tercatat sebanyak 142.384 orang. Angka tersebut melampaui total kasus corona di Spanyol yang sebanyak 141.942 orang, Italia 135.586 orang, Prancis 109.069 orang, Jerman 107.663 orang dan Tiongkok 81.740 orang.

New York telah menjadi negara bagian atau provinsi utama penyebaran virus corona di dunia, mengalahkan Provinsi Hubei di Tiongkok, yang menjadi tempat asal virus mematkan itu. Bahkan data penyebaran corona menunjukkan salah satu negara bagian utama di AS itu, memiliki kasus positif corona yang melampaui jumlah total kasus di lima negara.

Setiap hari, jumlah kasus baru corona di New York bisa mencapai 10.000 orang dengan kematian yang tinggi. Pada Selasa (7/4/2020), jumlah kasus baru corona di New York tercatat sebanyak 10.468, dengan 731 kematian baru, sehingga total kematian akibat corona di Ne York mencapai 5,489 orang.

Penambahan jumlah kasus corona yang seolah tak terkendali, membuat Gubernur New York, Andrew Cuomo, berang. Andrew Cuomo memutuskan untuk memperketat larangan ke luar rumah dan aturan menjaga jarak sosial, yang disertai dengan denda.

Mulai Senin (6/4/2020), New York memberlakukan denda maksimum sebesar US$ 1.000 atau sekitar Rp 16,145 juta bagi setiap warga yang mengabaikan aturan “social distancing” atau jarak sosial.

Pengumuman itu, disampaikan Andrew Cuomo setelah mengevaluasi pemberlakuan aturan jarak sosial yang melarang warga ke luar rumah kecuali untuk alasan penting, namun diabaikan. Denda maksimal sebesar US$ 1.000 merupakan aturan ketat yang diberlakukan negara bagian New York untuk memperlambat penyebaran virus korona (Covid-19) yang mematikan.

“Alasannya, terlalu banyak warga New York tidak menganggap serius peraturan. Ini bukan tentang hidupmu. Anda tidak berhak mempertaruhkan nyawa orang lain," kata Andrew Cuomo dalam konferensi pers di Albany, New York.

Menurut Andrew Cuomo, warga seharusnya menganggap serius aturan jarak sosial, agar penyebaran virus korona dapat dikendalikan dan tidak terus menambah korban jiwa. Pada akhir pekan, warga New York tetap bepergian dan berkumpul di taman kota, sehingga memicu kekhawatiran akan memperluas penyebaran wabah korona.

Andrew Cuomo juga memperingatkan warga untuk mentaati larangan ke luar rumah, demi mengurangi jumlah orang yang terinfeksi. Pasalnya, rumah sakit telah kelebihan kapasitas dan staf medis pun kesulitan menangani pasien yang terus bertambah.

“Terus terang, Anda tidak berhak merepotkan staf layanan kesehatan dan membahayakan orang-orang yang benar-benar mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan pasien (Corona, red), dengan bersikap angkuh atau ceroboh. Anda tidak berhak,” ujar Andrew Cuomo.



Sumber: Suara Pembaruan, New York Times, CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

10 WNI Positif Covid-19 di AS, 1 Meninggal Dunia

Kemlu melaporkan 10 WNI terinfeksi virus "corona" di AS dengan kondisi sembilan stabil dan satu meninggal dunia.

DUNIA | 8 April 2020

Pesan Warga Wuhan: Ini Bukan Perampasan Kebebasan, Tapi Cara Ilmiah Lawan Wabah

Isolasi Wuhan akhirnya dilonggarkan setelah hampir tiga bulan. Ini testimoni para warganya.

DUNIA | 8 April 2020

76 Hari Lockdown Wuhan Berakhir, 55.00 Orang Bepergian ke Luar Kota

Lockdown yang belum pernah terjadi sebelumnya di Wuhan menjadi model bagi negara-negara lain di dunia untuk memerangi virus corona.

DUNIA | 8 April 2020

45 Tahun Buron, Pembunuh Tokoh Kemerdekaan Bangladesh Ditangkap

Penangkapan Majed merupakan "hadiah terbesar" untuk Bangladesh tahun ini.

DUNIA | 8 April 2020

Prancis Masuk "Klub 100.000" Infeksi Corona, Menkes Olivier: Pandemi Memburuk

Negara-negara di Eropa masih berjuang melawan Covid-19, virus yang muncul di Tiongkok pada akhir 2019.

DUNIA | 8 April 2020

Hari Kedua di ICU, Begini Kondisi PM Boris Johnson

Inggris belum berencana melakukan suksesi, jika seorang perdana menteri tidak mampu menjalankan tugasnya.

DUNIA | 8 April 2020

Pertama Kali Sejak Wabah Corona, Korban Jiwa di Tiongkok Nol

Rabu besok, kota Wuhan akan kembali dibuka, tetapi puluhan kompleks perumahan di sana kembali dikarantina.

DUNIA | 7 April 2020

Kasus Corona di Tiongkok Turun, Lockdown Wuhan Berakhir

Tiongkok menemukan 32 kasus baru yang dikonfirmasi pada Senin (6/4/2020) turun dari 39 kasus sehari sebelumnya.

DUNIA | 7 April 2020

Kasus Corona di AS 364.086, Trump: Ada Cahaya di Ujung Terowongan

Lebih dari 70 negara telah bergabung dalam uji coba bersama WHO untuk mempercepat penelitian perawatan yang efektif bagi pasien corona.

DUNIA | 7 April 2020

Kondisi Memburuk, Boris Johnson Masuk ICU

Tugas-tugas perdana menteri untuk sementara akan dipegang oleh Menteri Luar Negeri Dominic Raab.

DUNIA | 7 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS