Trump Ancam Investigasi WHO karena Berpihak ke Tiongkok

Trump Ancam Investigasi WHO karena Berpihak ke Tiongkok
Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 9 April 2020 | 08:38 WIB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika serikat (AS) Donald Trump kembali terlibat ketegangan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu atau Kamis pagi WIB (9/4/2020). Trump juga kembali mengkritik upaya badan tersebut merespons pandemi virus corona (Covid-19) dan mengancam akan menahan pendanaan.

“Jadi kami akan melakukan penelitian, penyelidikan, dan kami akan menentukan apa yang kami lakukan. Sementara itu, kami menahan diri," kata Trump pada konferensi pers Gedung Putih Rabu.

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan pemerintah AS sedang mengevaluasi kembali dana untuk WHO. Dia menambahkan organisasi kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu belum optimal dalam menanggapi pandemi virus corona. “Organisasi harus bekerja. Mereka harus memberikan hasil yang diharapkan,” kata Pompeo.

AS perlu memastikan bahwa tidak hanya Organisasi Kesehatan Dunia, tetapi setiap organisasi internasional lainnya. "Kita ambil uang pembayar pajak dan memberikannya kepada mereka untuk kepentingan Amerika, kita perlu memastikan itu," kata Mike.

Baca juga: Covid-19 Infeksi 1,5 Juta di Dunia, Kasus di AS 5 Kali dari Tiongkok

Trump sebelumya mengatakan AS akan menahan dana untuk WHO pada Selasa (7/9/2020) karena keberpihakan WHO ke Tiongkok. WHO dinilai salah memberi saran terhadap pembatasan perjalanan yang dilakukan Tiongkok sehingga penyebaran corona makin meluas. Namun tidak jelas bagaimana Trump akan melakukan ini.

Kongres memberikan US$ 122 juta pada WHO untuk tahun fiskal ini, dan sementara Trump mengusulkan US$ 58 juta pada tahun fiskal 2021. Kongres tidak mungkin untuk mengesahkan pemotongan dana secara signifikan seperti usulan Trump karena saat in sedang pandemi. "Setiap aspek WHO menurut saya, salah," kata Trump.

Baca juga: Wall Street Meroket karena Harapan Covid-19 Capai Fase Puncak

Trump geram pada Rabu ketika Tiongkok menyumbang lebih kecil pendanaan pada WHO setiap tahun dibandingkan AS. “Saya pikir mereka (WHO) harus memberikan prioritas dengan benar, dan prioritas mereka adalah bahwa setiap negara harus diperlakukan dengan baik. Setiap negara. Dan sepertinya tidak seperti itu, bukan? " kata Trump.

Ketika ditanya apakah Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus harus mengundurkan diri, Pompeo mengatakan sekarang bukan saatnya melakukan perubahan semacam itu.

Menanggapi ancaman Trump Tedros pada Rabu pagi, memperingatkan para pemimpin global agar tidak mempolitisasi wabah Covid-19. Jika ini berlangsung akan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tedros mengatakan, semua partai politik fokus untuk bekerja sama menyelamatkan rakyatnya. Tanpa persatuan, akan banyak negara maju menghadapi masalah dan krisis. “Tidak perlu menggunakan Covid-19 untuk mencetak poin politik. Tidak dibutuhkan. Anda memiliki banyak cara lain untuk membuktikan diri Anda."

Sementara Trump tidak percaya Tedros berbicara tentang politik ketika melihat hubungan mereka dengan Tiongkok. "Tiongkok memberi pendanaan pada WHO US$ 42 juta, dan kami menghabiskan US$ 450 juta, WHO tampaknya lebih mengikuti cara Tiongkok," kata Trump.



Sumber: CNBC