Tiongkok Bantah Mengekspor Metode Pengendalian Corona

Tiongkok Bantah Mengekspor Metode Pengendalian Corona
Tim medis Tiongkok tiba di Bandara Internasional Nnamdi Azikwe, Nigeria, Rabu (8/4/2020). (Foto: AFP)
Dwi Argo Santosa / DAS Jumat, 10 April 2020 | 15:59 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Zhao Lijian membantah tudingan yang menyebut negaranya mengekspor metode penanganan Covid-19 ala Tiongkok ke negara-negara asing dengan cara mengirimkan tim medis. RRT tidak pernah meminta siapa pun untuk menyalin metodenya.

Sampai saat ini RRT telah mengirim 12 tim ahli medis ke 10 negara, yaitu Italia, Serbia, Kamboja, Pakistan, Iran, Irak, Laos, Venezuela, Filipina dan Myanmar. “Tim tersebut membantu negara bersangkutan memerangi Covid-19,” kata Zhao kepada pers, Kamis (9/4/2020).

Para ahli dari Tiomgkok berbagi pengalaman dengan pekerja medis setempat, membantu mereka meningkatkan kemampuan dalam pencegahan epidemi, penahanan, diagnosis, dan perawatan. Selain itu, menurut Zhao, tim juga membantu meningkatkan kepercayaan diri para pekerja medis dalam bersama-sama mengatasi pandemi dan upaya mereka telah diakui dengan baik oleh pemerintah dan orang-orang di negara-negara tersebut.

RRT melakukan semua upaya itu sebagai balasan atas niat baik yang telah mereka terima sebelumnya yakni selama pandemi. “Kami bertindak atas dasar kemanusiaan internasional dan untuk mengimplementasikan visi sebuah komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," kata Zhao seperti dikutip dari kantor berita Xinhua.

Tim Medis Tiongkook tiba di Yangoon

 

Tiongkok tidak akan pernah berdiri jauh atau menjauhi teman-teman yang ada dalam kesulitan. Tiongkok mengaku tidak akan pernah memilih atau memasang tali apa pun saat menawarkan uluran tangan.

Komunitas internasional membutuhkan solidaritas dan kerja sama yang lebih erat mengingat bahwa tidak ada negara yang kebal terhadap krisis kesehatan publik global ini. "Tiongkok bertekad untuk memastikan pencegahan dan pengendalian epidemi yang efektif di dalam negeri, memperkuat kerja sama anti-pandemi internasional dan mengambil bagian aktif dalam tata kelola kesehatan global," kata Zhao.

Tiongkok siap untuk terus menegakkan visi komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, menyatukan kekuatan dan kebijaksanaan semua pihak, berbagi dan bertukar praktik yang bermanfaat dengan semua pihak, melakukan pencegahan dan kontrol bersama, dan mendukung peran WHO dan organisasi internasional lainnya untuk membendung penyebaran pandemi di seluruh dunia dan menggapai kemenangan akhir pertempuran dunia melawan Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com