Hari Buruh, Erdogan Janji Lindungi Hak Pekerja Turki

Hari Buruh, Erdogan Janji Lindungi Hak Pekerja Turki
Recep Tayyip Erdogan ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 1 Mei 2020 | 12:50 WIB

Ankara, Beritasatu.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berjanji akan melindungi hak-hak pekerja, dan menyerukan semua pihak bahu-membahu mengatasi dampak wabah corona (Covid-19) terhadap kelangsungan pekerjaan di negara itu.

Pernyataan tersebut, disampaikan Recep Tayyip Erdogan, dalam pidato menandai peringatan "May Day 2020" atau Hari Buruh Internasional 2020, di Ankara, Turki, Jumat (1/5/2020).

"Saya berharap bahwa 1 Mei, yang dirayakan sebagai hari persatuan dan solidaritas pekerja di seluruh dunia, akan mengarah pada lingkungan kerja yang adil, dan saya menyapa semua warga negara saya dengan perasaan yang paling tulus. Kami akan terus mendukung semua jenis pekerjaan, dan melindungi hak-hak pekerja kami," kata Recep Tayyip Erdogan.

Menurut Recep Tayyip Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa telah berjuang untuk menegakkan keadilan buruh sejak berkuasa. Meskipun mendukung pekerja, namun dia menegaskan bahwa pemerintah percaya dengan cara damai untuk mengklaim hak-hak buruh.

"Seiring Turki tumbuh dan berkembang, kami akan melakukan segala upaya agar setiap anggota bangsa kami mendapat manfaat dari nilai tambah yang muncul," ujar Recep Tayyip Erdogan.

Terkait dengan perjuangan melawan wabah Covid-19, lanjutnya, pemerintah Turki mengutamakan langkah-langkah dan dukungan yang akan melindungi karyawan di setiap bidang, agar tidak kehilangan pekerjaan dan mendapat jaminan sosial.

"Kami melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang dirugikan, dan terutama untuk menjaga kelangsungan pekerjaan. Dengan program yang kami terapkan di bawah jaring pengaman sosial, kami mencoba untuk meminimalkan masalah yang disebabkan oleh wabah Covid-19 dalam kehidupan karyawan kami," kata Recep Tayyip Erdogan.

Hingga Jumat (1/5/2020) pagi waktu setempat, Turki telah mendaftarkan total 3.174 kematian akibat virus corona, sementara hampir 49.000 orang telah pulih dari penyakit itu. Saat ini ada 120.204 kasus yang dikonfirmasi di negara ini.



Sumber: The Guardian, Daily Sabah