Dipromosikan Presidennya, Teh “Obat Covid” Madagaskar Laris

Dipromosikan Presidennya, Teh “Obat Covid” Madagaskar Laris
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina menenggak minuman yang disebutnya sebagai obat herbal mujarab untuk penyakit Covid-19, dalam foto yang diunggah di akun Twitter. ( Foto: Twitter )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 5 Mei 2020 | 06:01 WIB

Beritasatu.com – Sejumlah negara di Afrika mulai mengimpor produk teh herbal Madagaskar yang diklaim sebagai ramuan obat manjur untuk melawan virus corona, meskipun belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

Minuman teh yang diberi nama "Covid Organics" itu dipromosikan langsung oleh Presiden Madagaskar Andry Rajoelina pekan lalu, di mana dia sendiri menenggak langsung dari botol dalam sebuah pertemuan publik.

Presiden Tanzania John Magufuli sudah memesan teh itu dan mengirim pesawat khusus ke Madagaskar untuk mengangkut barangnya.

Daftar pemesannya juga termasuk Congo-Brazzaville, Gabon, Comoros, Guinea Ekuator dan Guinea-Bissau, sebagian sudah mencarter pesawat untuk segera mengambil stok di Madagaskar.

Pekan lalu, Presiden Rajoelina menggelar acara di mana dia mendonasikan “Covid Organics” ke 15 negara anggota Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat atau Economic Community of West African States (Ecowas).

"Pengujian sudah dilakukan -- dua orang telah sembuh dengan obat ini," kata Rajoelina dalam acara yang dihadiri para diplomat asing dan wartawan. Minuman itu diproduksi oleh Malagasy Institute of Applied Research (IMRA).

"Teh herbal ini bisa memberikan hasil dalam tujuh hari saja. Saya akan menjadi yang pertama untuk meminumnya hari ini, di depan Anda semua, untuk menunjukkan bahwa produk ini bisa mengobati, bukan membunuh," tambahnya.

Menurut IMRA, minuman itu adalah ramuan dari artemisia -- tanaman yang telah terbukti dalam pengobatan malaria -- dan sejumlah herbal khas lainnya dari negara di Samudera Hinda tersebut.

"Covid-Organics akan dipakai sebagai prophylaxis, yaitu untuk pencegahan, tetapi observasi klinis telah membuktikan bahwa ramuan ini efektif juga dalam pengobatan," kata Direktur Jenderal IMRA Dr Charles Andrianjara.

Jumlah kasus Covid-19 di Madagaskar tidak sampai 200 orang dan belum ada korban jiwa sejauh ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa saat ini belum ada obat virus corona yang bisa diterapkan secara mandiri oleh pasien.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat juga mengatakan sejauh ini belum ada bukti ilmiah tentang adanya pengobatan alternatif yang bisa mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh Covid-19.

“Faktanya, sebagian dari obat alternatif itu mungkin malah tidak aman untuk dikonsumsi,” kata CDC.



Sumber: BBC, AFP