KBRI Tunggu Konfirmasi Resmi Penculikan 3 WNI di Gabon

KBRI Tunggu Konfirmasi Resmi Penculikan 3 WNI di Gabon
Ilustrasi Penculikan ( Foto: Istimewa )
Natasa Christy Wahyuni / JAS Rabu, 6 Mei 2020 | 20:07 WIB

Beritasatu.com - Tiga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dilaporkan telah diculik di dekat ibu kota Gabon, Libreville. Aksi penculikan dilakukan oleh perompak yang menyerang dua kapal ikan, lalu menculik enam ABK di dalamnya yang terdiri dari tiga WNI, dua WN Senegal, dan seorang WN Korea Selatan.

Terkait hal itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja, Nigeria, telah berkomunikasi dengan pemerintah Gabon untuk mengonfirmasi hal tersebut.

“Hingga saat ini kita belum menerima informasi mengenai kejadian tersebut,” kata Judha saat press briefing secara virtual di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Judha menjelaskan peristiwa penculikan tersebut terjadi hari Minggu (3/5/2020). Perompak menyerang dua kapal ikan berbendera Senegal di perairan Gabon.

“Kami masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas (Gabon) terkait kejadian itu,” ujarnya.

Penculikan ini dilaporkan oleh kantor berita Prancis, Agence France-Presse (AFP), sebagai aksi perompakan kedua di perairan Gabon sejak awal tahun 2020. Pada Desember, para perompak menyerang beberapa perahu di lepas pantai Libreville dan menculik empat pelaut Tiongkok dan membunuh seorang kapten warga Gabon.

Teluk Guinea yang membentang sekitar 5.700 kilometer dari Senegal ke Angola telah menjadi pusat serangan perompak yang terbaru di dunia, penjarahan, dan penculikan dengan motif uang tebusan. Pada 19 April, perompak menyerang satu kapal kontainer di lepas pantai Benin di Ibu Kota Contonou, menyebabkan delapan pelaut hilang. 



Sumber: BeritaSatu.com