Banjir di Kenya, 194 Orang Tewas

Banjir di Kenya, 194 Orang Tewas
Penduduk desa membawa korban tanah longsor di desa Nyarkulian, sekitar 100 km barat laut Kitale, di sub-distrik Pokot Selatan, negara bagian Pokot Barat, Kenya, Sabtu (23/11/2019). (Foto: AFP / Dokumentasi)
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 9 Mei 2020 | 09:04 WIB

Nairobi, Beritasatu.com- Banjir telah menewaskan 194 orang dan menelantarkan 100.000 orang lainnya di Kenya dalam tiga minggu terakhir. Pada Rabu (6/5), para pejabat mengatakan Kenya telah mengalami hujan lebat yang memicu banjir terutama di wilayah barat dan pesisir.

Eugene Wamalwa, sekretaris kabinet untuk devolusi, mengatakan banjir juga telah menghancurkan rumah-rumah, tempat-tempat bisnis dan pertanian. Banjir disebabkan oleh hujan lebat di banyak bagian negara itu.

“Kami akan mengintensifkan pencarian dan penyelamatan korban banjir, memberi mereka tempat tinggal sementara, makanan, air bersih dan obat-obatan yang menyelamatkan jiwa,” kata Wamalwa.

Fred Matiang'i, sekretaris kabinet untuk dalam negeri dan koordinasi pemerintah nasional mengatakan rencana sedang dilakukan untuk merelokasi orang yang tinggal di daerah rawan banjir ke tempat yang lebih aman.

“Pemerintah sedang merencanakan program relokasi yang mulus untuk penduduk yang tinggal di daerah dataran rendah yang rawan banjir,” kata Matiang'i.



Sumber: Suara Pembaruan