Tiongkok Yakin Dijadikan Bulan-bulanan untuk Kampanye Trump

Tiongkok Yakin Dijadikan Bulan-bulanan untuk Kampanye Trump
Presiden Donald Trump (kiri) menunjuk ke grafik kasus Covid-19 didampingi Direktur Institut Nasional Bidang Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci (kanan) di Gedung Putih, Washington DC, 31 Maret 2020. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Rabu, 13 Mei 2020 | 07:43 WIB

(Bagian terakhir dari tiga tulisan)

17. Taiwan memperingatkan WHO soal penularan Covid-19 antar-manusia sudah sejak 31 Desember 2019, tetapi dianggap angin lalu.

Jawaban: Taiwan tidak mengirimkan peringatan apa pun ke WHO. Yang dia lakukan adalah meminta informasi lebih jauh setelah Wuhan melaporkan kasus positif.

Ada berita bahwa Taiwan sudah memperingatkan WHO soal penularan Covid-19 antar-manusia melalui email pada Desember 2019, tetapi WHO menyembunyikan informasi itu dari dunia. Sebagai jawaban, Direktur Eksekutif WHO Dr Michael Ryan mengatakan pada 4 Mei email yang dikirim Taiwan pada 31 Desember 2019 bukan berisi peringatan, tetapi meminta informasi terkait pneumonia misterius yang sudah muncul di berbagai berita.

18. Tiongkok menghalangi upaya Taiwan untuk bergabung dengan WHO.

Jawaban: Taiwan, sebagai bagian dari wilayah Tiongkok, tidak punya hak untuk bergabung dengan WHO, yang sysrat keanggotaannya adalah negara berdaulat. Kerja sama teknik antara WHO dan Taiwan tidak dihalangi.

19. Tiongkok bertanggung jawab atas penularan global Covid-19. Harus ada investigasi dan gugatan terhadap Tiongkok agar membayar ganti rugi.

Jawaban: Tidak ada dasar hukum untuk meminta pertanggung jawaban Tiongkok dan memerintahkannya membayar ganti rugi wabah Covid-19.

Covid-19 adalah bencana alam, bukan buatan manusia. Tiongkok, seperti banyak negara lain, adalah korban, bukan pelaku.

Arti pandemik adalah darurat kesehatan global. Karena itu tidak ada istilah “tanggung jawab” oleh negara petama yang melaporkannya. HIV/AIDS terdeteksi pertama kali di AS pada 1980an, tetapi masyarakat internasional tidak pernah menuntut AS bertanggung jawab atau membayar ganti rugi.

Tiongkok telah mendonasikan US$ 50 juta secara tunai kepada WHO.

Sejumlah gugatan yang dilayangkan di AS punya maksud tidak baik dan tanpa dasar.

20. Tiongkok menimbun alat medis, khususnya ventilator, dan mengambil untung dari wabah Covid-19.

Jawaban: Meskipun masih menghadapi tugas berat memerangi Covid-19 di dalam negeri, Tiongkok tetap memberikan pasokan medis ke negara-negara lain.

Antara 1 Maret dan 6 Mei, Tiongkok sudah memenuhi pesanan ekspor pasokan medis untuk 194 negara dan kawasan.

21. Bantuan medis Tiongkok punya tujuan politis dan propaganda.

Jawaban: bantuan Tiongkok ke negara-negara lain adalah untuk membalas kebaikan mereka dalam membantu Tiongkok mengatasi Covid-19.

Tiongkok telah mengirim bantuan medis ke lebih dari 150 negara dan organisasi internasional dan mengirim 21 tim medis ke 19 negara.

Tiongkok telah mendonasikan US$ 50 juta secara tunai kepada WHO. Dan sebagai tindak lanjut imbauan penghentian sementara cicilan utang oleh negara-negara miskin seperti diputuskan dalam pertemuan G20, Tiongkok sepakat untuk menunda kewajiban cicilan pokok dan bunga oleh 77 negara berkembang yang jatuh tempo 1 Mei dan akhir 2020.

22. Tiongkok mencampuri pemilihan presiden AS dan mencoba segala cara untuk mencegah Trump kembali terpilih.

Jawaban: Tiongkok berprinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain. Pemilihan di AS adalah urusan dalam negeri mereka. Tiongkok tidak pernah mencampuri dan tidak punya kepentingan apa pun untuk melakukan itu.

The Politico mengungkap bahwa Komite Senat Partai Republik telah mengirim memo 57 halaman yang isinya meminta para kandidat partai itu untuk memanfaatkan krisis virus corona dengan cara menyerang Tiongkok secara agresif.

Memo tersebut menekankan tiga taktik utama serangan: bahwa Tiongkok menyebabkan wabah virus itu dengan menutupinya; bahwa Partai Demokrat terlalu lunak pada Tiongkok, dan bahwa Partai Republik akan mendesakkan sanksi ke Tiongkok atas perannya menyebarkan virus ini. Kubu Republik terindikasi dalam memo tersebut mereka ingin menjadikan Tiongkok sebagai bahan kampanye utama pada 2020.

23. Tiongkok melarang ekspor masker, alat tes Covid-10, dan ventilator dengan cara mensyaratkan eksportir untuk membuat surat pernyataan.

Jawaban: Tiongkok menetapkan syarat itu bagi para eksportir semata demi jaminan kualitas yang lebih baik.

Tiongkok digugat ganti rugi karena Covid-19, kenapa AS tidak digugat karena HIV?

Pengawasan mutu secara ketat sangat penting dalam produksi item anti-pandemik, karena nyawa orang di negara terdampak menjadi pertaruhan.

24. Provinsi Guangdong bertindak diskriminatif kepada warga Afrika di sana.

Jawaban: Upaya tanggap terhadap Covid-19 berlaku bagi warga negara Tiongkok dan warga asing tanpa kecuali. Tiongkok menganut kebijakan zero-tolerance terhadap ucapan dan tindakan diskriminatif.

Sejak 13 April, kota Guangzhou telah melaporkan 26 kasus impor, termasuk dari 19 warga Afrika. Pengetesan dan pengawasan oleh Tiongkok tidak memilih kewarganegaraan atau ras. Tujuannya adalah melindungi kesehatan masyarakat.

Sejumlah insiden isolasi yang terjadi dalam proses ini timbul karena salah paham atau miskomunikasi, dan telah ditangani dengan baik.

[1]  [2]  [3]



Sumber: BeritaSatu.com