WHO: Covid-19 Bisa Menginfeksi 200 Juta Lebih Orang di Afrika

WHO: Covid-19 Bisa Menginfeksi 200 Juta Lebih Orang di Afrika
Seorang pekerja medis memeriksa suhu seorang pria yang kembali dari Kuwait di Giza, Mesir,Minggu (10/5/2020). (Foto: Xinhua / Ahmed Gomaa)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Minggu, 17 Mei 2020 | 09:52 WIB

Paris, Beritasatu.com-Studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dipublikasikan di jurnal BMJ Global Health, Jumat (15/5), memperkirakan sekitar 231 juta orang di Afrika dapat terinfeksi Covid-19.

Para pakar di kantor Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) kawasan Afrika membuat model kemungkinan tingkat paparan virus corona dan penularannya di 47 negara di kawasan itu, tapi tidak termasuk Djibouti, Mesir, Libia, Moroko, Somalia, Sudan, dan Tunisia.

Studi yang dipublikasikan di jurnal BMJ Global Health, Jumat (15/5), memperkirakan sekitar 231 juta orang atau 22% (dengan kisaran 16-26%) dari 1 miliar orang di kawasan akan terinfeksi dalam periode 12 bulan dengan sebagian besar hanya menunjukkan sedikit atau tanpa gejala.

Dari 200 juta lebih orang, sekitar 4,6 juta orang memerlukan perawatan di rumah sakit (RS), sedangkan 140.000 orang mengalami infeksi Covid-19 yang parah dan 89.000 akan sakit parah. Kondisi itu diperkirakan membawa kepada sekitar 150.000 kematian (antara 83.000 dan 190.000) di Afrika dalam satu tahun, kecuali ada tindakan yang segera diambil.

“Model kami menunjukkan skala masalah untuk sistem kesehatan jika tindakan penahanan gagal,” sebut para penulis.

Para penulis penelitian juga memprediksi tingkat infeksi lebih rendah di bagian dunia lain seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS) dengan lebih sedikit kasus parah dan kematian. Sementara di Afrika, sekalipun banyak negara di benua itu telah cepat mengadopsi langkah penahanan, sistem kesehatan bisa mudah kewalahan.