AS Ancam Pengiriman Minyak ke Venezuela, Iran Mengadu ke PBB

AS Ancam Pengiriman Minyak ke Venezuela, Iran Mengadu ke PBB
Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 18 Mei 2020 | 06:55 WIB

Teheran, Beritasatu.com - Iran mengadu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu (17/5/2020) serta memanggil duta besar Swiss di Teheran, yang mewakili kepentingan Amerika seriat (AS) di Republik Islam itu atas kemungkinan langkah-langkah yang diambil Washington terhadap pengiriman bahan bakar Iran ke Venezuela.

Seorang pejabat senior di pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Reuters pada Kamis (15/5/2020) bahwa AS sedang mengkaji langkah-langkah yang akan diambil sebagai tanggapan atas pengiriman bahan bakar minyak Iran ke Venezuela yang tengah dilanda krisis. Sektor minyak Iran dan Venezuela, keduanya anggota OPEC, tengah dikenakan sanksi AS.

Baca juga: Kapal Perang Iran Salah Tembak, 19 Tewas

Pejabat administrasi Trump menolak untuk menentukan langkah-langkah yang akan ditempuh. Dia hanya mengungkapkan, opsi tindakan akan diberikan kepada Trump.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan pesan kepada duta besar Swiss pada Minggu dan memperingatkan ancaman AS terhadap tanker Iran, menurut laporan di situs web Kementerian Luar Negeri.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga menulis surat kepada Sekretaris Jenderal AS Antonio Guterres. Iran memiliki hak untuk mengambil semua tindakan yang tepat, perlu, dan tegas ... untuk mengamankan hak dan kepentingannya yang sah terhadap kebijakan dan praktik melanggar hukum seperti itu," tulis Zarif kepada Guterres.

"Diplomasi kapal perang hegemonik ini mengancam kebebasan perdagangan internasional dan navigasi serta pasokan energi," tulis Zarif. "Upaya dan langkah paksaan AS dengan mengganggu penjualan minyak Iran adalah eskalasi yang berbahaya."

Baca juga: Lawan Provokasi Kapal Iran, Trump Perintahkan Tembak di Tempat

Setidaknya satu kapal tanker yang membawa bahan bakar minyak telah berlayar ke Venezuela dari pelabuhan Iran, menurut data pelacakan kapal Refinitiv Eikon pada Rabu (14/5/2020). Langkah Iran ini dapat membantu mengurangi kelangkaan bensin di Venezuela.

Venezuela sangat membutuhkan bensin dan produk bahan bakar olahan lainnya untuk menjaga negara itu berfungsi di tengah keruntuhan ekonomi di bawah Presiden Nicolas Maduro. Venezuela memproduksi minyak mentah, tetapi infrastrukturnya telah lumpuh selama krisis ekonomi.

Sebagai balasan pengiriman minyak itu, Venezuela mengirimkan berton-ton cadangan emasnya ke Iran. Sumber menyatakan para pegawai pemerintah Venezuela memasukkan 9 ton cadangan emas setara nilai US$ 500 juta atau sekira Rp 7,4 triliun ke dalam pesawat tujuan Teheran, Iran.

Pengiriman emas tersebut membuat cadangan devisa Venezuela semakin menipis. Kabarnya, cadangan devisa Venezuela kini tinggal US$ 6,3 miliar atau setara sekira Rp 93,8 triliun. Angka tersebut merupakan cadangan devisa terendah Venezuela dalam 30 tahun.



Sumber: Reuters