WHO: Waspadai Kesehatan Mental saat Pandemi

WHO: Waspadai Kesehatan Mental saat Pandemi
Petugas polisi membubarkan orang-orang yang bergabung dalam demonstrasi antipenguncian virus corona saat seorang pengunjuk rasa mengacungkan plakat slogan anti-vaksinasi di Hyde Park di London, Inggris, Minggu (16/5) ( Foto: AFP / Justin TALLIS )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 18 Mei 2020 | 14:01 WIB

London, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan krisis kesehatan mental global karena pandemi Covid-19. Krisis penyakit mental menjulang ketika jutaan orang di seluruh dunia dikelilingi oleh kematian dan penyakit dan dipaksa ke dalam isolasi, kemiskinan dan kegelisahan oleh pandemi Covid-19.

“Isolasi, ketakutan, ketidakpastian, kekacauan ekonomi - mereka semua menyebabkan atau dapat menyebabkan tekanan psikologis,” kata Devora Kestel, Direktur Departemen Kesehatan Mental WHO, Kamis (14/5).

Seraya menyajikan laporan WHO dan pedoman kebijakan tentang Covid-19 dan kesehatan mental, Kestel mengatakan peningkatan jumlah dan tingkat keparahan penyakit mental mungkin terjadi, dan pemerintah harus memperhatikan masalah itu dari respons yang ada.

“Kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh masyarakat telah sangat dipengaruhi oleh krisis ini dan merupakan prioritas yang harus segera diatasi,” katanya kepada wartawan dalam satu konferensi.

Laporan tersebut menyoroti beberapa wilayah dan bagian masyarakat yang rentan terhadap tekanan mental - termasuk anak-anak dan remaja yang terisolasi dari teman dan sekolah. Laporan juga mencermati petugas layanan kesehatan yang melihat ribuan pasien terinfeksi dan meninggal akibat virus corona baru.

Studi dan survei yang muncul sudah menunjukkan dampak Covid-19 pada kesehatan mental secara global. Para psikolog mengatakan anak-anak cemas dan peningkatan dalam kasus depresi dan kecemasan telah dicatat di beberapa negara.

Kekerasan dalam rumah tangga meningkat, dan petugas kesehatan melaporkan peningkatan kebutuhan akan dukungan psikologis.



Sumber: Suara Pembaruan