Raksasa Farmasi Inggris Siap Produksi 100 Juta Vaksin Covid-19

Raksasa Farmasi Inggris Siap Produksi 100 Juta Vaksin Covid-19
Alok Sharma ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 19 Mei 2020 | 12:32 WIB

London, Beritasatu.com - Raksasa farmasi Inggris, AstraZeneca, siap memproduksi hingga 100 juta vaksin ChAdOx1 nCoV-19, jika dinyatakan lulus sebagai vaksin virus corona (Covid-19).

ChAdOx1 nCoV-19 sedang dikembangkan oleh Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group di Universitas Oxford, dan menjadi salah satu kandidat vaksin Covid-19 yang telah memulai tahapan uji klinis.

“Untuk tahap awal, AstraZeneca siap memproduksi hingga 30 juta dosis vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford, pada September 2020. Perusahaaan juga telah setuju untuk memproduksi hingga 100 juta dosis, jika vaksin ini lulus uji,” kata Menteri Bisnis, Energi dan Strategi Industrial Inggris, Alok Sharma, di London, Inggris, Minggu (17/5/2020).

Menurut Alok Sharma, uji klinis ChAdOx1 nCoV-19 telah dimulai pada April 2020 dan hasil awal akan segera diketahui pada akhir Mei 2020 atau awal Juni 2020. Jika lolos uji klinis, perusahaan dapat memulai tahapan produksi menjelang musim gugur tahun ini dan memprioritaskan distribusinya untuk warga Inggris.

“Ilmuan kami berada di garis depan pengebangan vaksin. Kesepakatan antara AstraZeneca dengan Universitas Oxford berarti bahwa orang-orang Inggris akan mendapatkan akses pertama untuk vaksin yang akan membantu melindungi ribuan nyawa (dari virus corona, Red),” ujar Alok Sharma.

Dia juga mengumumkan kerja sama antara AstraZeneca dengan Universitas Oxford, di mana Astra Zeneca menyetujui dukungan dana sebesar 65,5 juta pounsterling untuk mendukung pegembangan vaksin Covid-19. Perusahaan juga mengucurkan dana sebesar 18,5 juta poundsterling untuk para peneliti di Imperial College London.

Pada kesempatan itu, CEO AstraZeneca, Pascal Soriot, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Inggris atas dukungan yang diberikan, dan mengungkapkan rasa bangga karena dapat bekerja sama dengan Oxford dalam pengembangan vaksin.

Meskipun memprioritaskan warga Inggris, Pascal Soriot menyatakan, perusahaan berjanji akan menyediakan pasokan vaksin untuk memastikan setiap orang di seluruh dunia dapat memperoleh aksesnya secara adil dan merata.

"Perusahaan kami bekerja keras untuk membuat perjanjian pasokan paralel dengan negara-negara lain dan organisasi multilateral untuk memastikan akses yang adil dan merata di seluruh dunia," kata Pascal Soriot.

Sedangkan Sir John Bell, Profesor Regius Kedokteran di Universitas Oxford, mengatakan kerja sama dengan AstraZeneca membantu para peneliti untuk mengevaluasi pengembangan vaksin bahkan memberi jaminan untuk produksinya ke depan.

"Kami sekarang memiliki mitra di AstraZeneca yang secara ideal diposisikan untuk membantu kami mengevaluasi vaksin, memproduksi, dan mendistribusikannya kepada warga negara Inggris dan juga sisanya. di dunia. Mereka berbagi komitmen dengan kami terhadap akses global untuk mengakhiri pandemi ini." ujar John Bell.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan, AP