The Fed: Ekonomi AS Kemungkinan Pulih Akhir 2022

The Fed: Ekonomi AS Kemungkinan Pulih Akhir 2022
Jerome Powell ( Foto: AFP )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 19 Mei 2020 | 12:42 WIB

Washington, Beritasatu.com - Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, mengatakan pemulihan ekonomi negara yang hancur akibat dampak wabah virus corona (Covid-19), kemungkinan terjadi pada akhir 2022.

“Dalam jangka panjang dan bahkan dalam jangka menengah, Anda tidak ingin bertaruh terhadap ekonomi Amerika. Ekonomi kita akan pulih. Tapi mungkin butuh beberapa saat, itu bisa sampai akhir tahun depan atau akhir 2022, kita benar-benar tak bisa memastikan,” kata Jerome Powell, di Washington, AS, Minggu (17/5/2020).

Menurut Jerome Powell, kondisi perekonomian AS akan sangat bergantung pada pulihnya aktivitas bisnis seperti sebelum wabah Covid-19. Hal itu, tidak akan sepenuhnya terwujud, selama belum ada jaminan vaksin virus corona, meskipun saat ini negara-negara bagian mulai kembali membuka kegiatan bisnis.

Selama vaksin virus corona belum ditemukan, Powell meyakini, perusahaan akan tetap membatasi interaksi sosial karyawan dengan tetap mempekerjakan sejumlah karyawan dari rumah. Hal itu, secara tidak langsung akan berpengaruh pada penghasilan dan juga keterbatasan produksi perusahaan.

“Semua kondisi ini sulit dinilai, selama kita belum memiliki kepastian bahwa ada obat atau vaksin yang ditemukan untuk menghilangkan kekhawatiran banyak orang terhadap ancaman kematian dari virus ini, sehingga semuanya bisa kembali melakukan bisnis dengan normal,” ujar Jerome Powell.

Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Layanan Kesehatan dan kemanusiaan AS, Alex Azar. Menurut dia, meski sebagian besar negara bagian AS telah kembali dibuka, namun aktivitas bisnis dan kegiatan lainnya membutuhkan penyesuaian untuk kembali normal.

Alex Azar tetap memperingatkan warga yang telah kembali beraktivitas untuk tetap menerapkan cara perlindungan diri, dan menjaga jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus corona.

Namun Alex Azar menolak mengkritik para gubernur terkait dengan laporan media mengenai beberapa restoran dan bar di sejumlah negara bagian yang ramai pengunjung tanpa memperhatikan jarak sosial.

“Saya pikir setiap individu memiliki tanggung-jawab untuk melakukan hal-hal yang diperlukan untuk keselamatan dirinya dan orang lain. Itu bagian dari kebebasan yang kita miliki di Amerika,” ujar Alex Azar.

AS tengah menghadapi tekanan di saat negara harus menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk mendukung bisnis dan karyawan yang terkena dampak penutupan kegiatan bisnis terkait pencegahan penyebaran virus Covid-19. Hingga pekan lalu, setidaknya 36 juta orang telah mengajukan tunjangan pensiun, akibat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan terkait wabah Covid-19.



Sumber: Suara Pembaruan