PM Inggris: Dunia Butuh Cara Baru Mengatasi Covid-19

PM Inggris: Dunia Butuh Cara Baru Mengatasi Covid-19
Foto yang diambil melalui rekaman vide menunjukkan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berpidato di sidang House of Commons (parlemen) di London, Selasa (29/10/2019). ( Foto: AFP )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 19 Mei 2020 | 13:04 WIB

London, Beritasatu.com - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan seluruh umat manusia di muka dunia membutuhkan cara baru untuk mengatasi dan hidup berdampingan dengan virus corona (Covid-19), selama vaksin atau obatnya belum ditemukan.

Menurut Boris Johnson, sementara menunggu vaksin Covid-19 ditemukan, pemerintah, pihak terkait, dan warga di seluruh negara, harus memikirkan cara baru mengendalikan Covid-19, sehingga tidak terus menyebar dan mematikan.

“Masih ada jalan yang sangat panjang, dan saya harus jujur bahwa vaksin mungkin tidak membuahkan hasil. Kita perlu menemukan cara baru untuk mengendalikan virus, termasuk menguji orang yang memiliki gejala dan melacak kontak orang-orang yang terinfeksi,” kata Johnson, dalam dalam wawancara khusus dengan surat kabar Mail on Sunday, Minggu (17/5/2020).

Menurut Boris Johnson, cara baru tersebut tak hanya untuk melindungi dan menjamin keselamatan jiwa, tetapi juga dapat menjadi jaminan untuk kelangsungan aktivitas normal masyarakat, termasuk kegiatan bisnis. 

Jika tidak, dapat dipastikan semua orang akan terus khawatir dan menunggu keberadaan vaksin Covid-19. Hal itu pada akhirnya bukan hanya berdampak pada keselamatan individu, tetapi juga keselamatan negara karena matinya kegiatan bisnis dan lumpuhnya perekonomian.

Boris Johnson kembali memperingatkan bahwa vaksin virus korona kemungkinan tidak akan pernah ditemukan, meskipun ada upaya global yang besar untuk mengembangkannya.

"Dengan demikian, cara yang dapat dilakukan selama menunggu penemuan vaksin Covid-19 adalah hidup berdampingan dengan virus corona dan tetap dapat mengendalikannya," ujar Boris Johnson, sambil menyebut langkah yang sama juga dilakukan saat dunia diserang wabah kolera, SARS, dan HIV AIDS.

Komitmen

Boris Johnson juga menegaskan kembali komitmen Pemerintah Inggris untuk mendukung pengembangan vaksin virus corona, dengan memberikan dana sebesar 93 juta poundsterling untuk mempercepat pembukaan Pusat Manufaktur dan Inovasi Vaksin yang baru.

Inggris juga mendukung penelitian perawatan obat untuk membantu orang pulih dengan cepat dari virus Covid-19. Proyek-proyek tersebut didukung pemerintah, meskipun belum tentu membuahkan hasil.

Menurut Boris Johnson, Inggris adalah rumah bagi dua pelopor proyek pengembangkan vaksin Covid-19 di dunia. Proyek-proyek itu sedang berlangsung di Universitas Oxford dan Imperial College London di bawah dukungan pemerintah.

“Proyek ini telah membuat kemajuan yang baik pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun selalu ada ketidakpastian, kita mungkin tidak pernah menemukan vaksin coronavirus yang berhasil," ujar Boris Johnson.

Pada kesempatan itu, Boris Johson menyatakan, pemerintah Inggris terbuka menerima segala kritikan bahkan ungkapan frustasi masyarakat, seiring dengan penguncian dan pemberlakuan larangan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Mulai pekan lalu, Pemerintah Inggris melonggarkan beberapa pembatasan pada kegiatan di luar ruangan, dan berencana untuk melanjutkan pelonggaran aturan selama beberapa bulan ke depan.

"Saya tahu ini tidak akan mudah (untuk kembali normal, Red), tapi kita sedang memulai langkah pertama seperti bayi,” kata Boris Johnson.

 



Sumber: Suara Pembaruan, The Guardian