116 Negara Desak WHO Selidiki Asal Wabah Covid-19

116 Negara Desak WHO Selidiki Asal Wabah Covid-19
Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus ( Foto: afp / afp )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Selasa, 19 Mei 2020 | 13:50 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Sebanyak116 negara mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) untuk menyelidiki asal atau awal mula wabah virus corona (Covid-19). 

WHO akan menggelar pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) yang berfokus kepada pembahasan Covid-19, pada Senin (18/3/2020) sore sampai Selasa (19/5/2020) waktu setempat.

Jaringan televisi Australia, ABC News, melaporkan setidaknya 116 negara telah setuju mendukung draf resolusi untuk menyerukan investigasi atas virus corona. Negara-negara yang mengindikasikan dukungan antara lain Inggris, Kanada, India, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, dan Rusia.

Australia menjadi negara pertama yang meminta penyelidikan independen tentang asal mula virus corona. Usulan tersebut memicu kecaman keras dari Tiongkok karena menganggap Australia melancarkan serangan kepada negara itu.

Australia tidak secara khusus menyebut Tiongkok atau kota Wuhan sebagai pusat penularan virus, namun meminta WHO bekerja sama dengan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (World Organisation for Animal Health/WHA) agar melakukan misi lapangan kolaboratif dan ilmiah dan mengidentifikasi sumber zoonosis virus dan rute penyebarannya kepada populasi manusia, termasuk kemungkinan peran dari inang perantara.

Sebaliknya, kantor berita Prancis, AFP, menyebut resolusi tersebut, yang diajukan oleh Uni Eropa (UE), menyerukan “evaluasi imparsial, independen, dan komprehensif” atas tanggapan internasional kepada krisis Covid-19. Istilah yang dipakai bukan investigasi, melainkan evaluasi.

Kepala Divisi Urusan Internasional Kantor Kesehatan Publik Swiss, Nora Kronig, mengatakan pembahasan mengenai teks resolusi berakhir pekan lalu setelah perundingan yang sulit.

Setelah beberapa hari, kesepakatan tentatif telah dicapai untuk menyetujui resolusi tersebut, yang juga menyerukkan akses lebih adil untuk tes, peralatan medis, perawatan potensial, dan kemungkinan vaksin di masa depan.

Resolusi itu, juga mendesak WHO agar bekerja sama secara erat dengan badan-badan internasional dan negara-negara untuk mengidentifikasi sumber hewan dari virus corona, dan mencari tahu bagaimana virus itu bisa menyebar kepada manusia.

Para diplomat menyetujui prinsip resolusi, namun para pengamat menyuarakan kekhawatiran bahwa suasana politisasi saat ini bisa membuat beberapa negara mungkin memilih melanggar konsensus.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menyatakan resolusi tersebut diharapkan akan disahkan dalam pertemuan majelis hari Selasa. Hunt akan mewakili negaranya dalam WHA yang biasanya digelar selama tiga minggu tapi dipadatkan menjadi dua hari.

Sejumlah kepala negara, pimpinan pemerintah, menteri kesehatan, dan pejabat lainnya diharapkan menghadiri pertemuan WHA. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Jumat (15/5/2020) menyatakan acara itu akan menjadi pertemuan WHA paling penting sejak berdiri pada 1948.



Sumber: Suara Pembaruan, AFP