Dilecehkan Polisi, Dokter di Nigeria Kompak Mogok Kerja

Dilecehkan Polisi, Dokter di Nigeria Kompak Mogok Kerja
Petugas kepolisian memeriksa dokumen pengemudi saat jam malam diberlakukan secara nasional sebagai bagian dari tindakan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di Lagos, Nigeria pada April 2020. ( Foto: Anadolu / Vanessa Ade )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 21 Mei 2020 | 15:44 WIB

Lagos, Beritasatu.com- Para dokter di ibu kota komersial Nigeria, Lagos, melakukan mogok kerja sejak Rabu (20/5) malam. Mereka kompak menolak pelecehan polisi terhadap petugas kesehatan yang berusaha bergerak di kota itu untuk merawat pasien selama pemberlakuan jam malam.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (21/5), serikat dokter yang tergabung di Asosiasi Medis Nigeria (NMA) menyatakan telah menjadi tidak aman bagi para anggotanya untuk terus memberikan perawatan kesehatan di bawah pengaturan yang membingungkan saat ini.

Pernyataan NMA mengutip satu contoh saat ambulans yang membawa seorang pasien dicegah dari pindah ke tujuan sementara petugas kesehatan yang hadir dilecehkan dan ditahan sementara.

Nigeria telah memiliki lebih dari 6.000 kasus virus yang dikonfirmasi dan 192 kematian. Sebagian besar kasus terjadi di Lagos, kota terbesar di Afrika sub-Sahara dengan sekitar 20 juta penduduk.

Penguncian di Lagos yang berlangsung lebih dari sebulan telah mereda pada 4 Mei, tetapi jam malam masih diberlakukan secara nasional. Pekerja penting diberi hak untuk bergerak setiap saat. Namun para dokter mengatakan pengecualian itu belum dilaksanakan dengan benar.

"Semua dokter di bawah naungan NMA di Lagos harus melanjutkan diam di rumah mulai dari pukul 6 sore hari ini", yang akan berlanjut sampai aturan tentang pembatasan pergerakan diklarifikasi," kata serikat pekerja.