Vaksin Covid-19 Kemungkinan Siap Awal 2021, Ini Pemicunya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Vaksin Covid-19 Kemungkinan Siap Awal 2021, Ini Pemicunya

Jumat, 22 Mei 2020 | 07:25 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Pejabat dan ilmuwan Amerika Serikat (AS) berharap vaksin yang bisa mencegah Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021 atau 12 hingga 18 bulan sejak para ilmuwan Tiongkok pertama kali mengidentifikasi virus corona dan memetakan urutan genetiknya.

Proyeksi kerangka waktu ini dikutip CNBC Jumat (22/5/2020) memecahkan rekor karena biasanya penemuan vaksin memakan waktu sekitar satu dekade agar bisa disebut efektif dan aman. Pengembangan vaksin tercepat, yakni untuk penyakit gondok membutuhkan waktu lebih empat tahun dan dilisensikan pada 1967. Namun sejak saat itu, banyak yang telah berubah sehingga memberi ilmuwan harapan bahwa vaksin Covid-19 dapat tersedia awal tahun depan.

"Tidak pernah ada berapa jumlah senjata yang diarahkan untuk membuat vaksin sebelumnya," kata profesor mikrobiologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, Dr Harry Greenberg. Dia berharap para ilmuwan dapat membuat vaksin untuk virus corona dalam waktu singkat.

Sangat Agresif
Mantan kepala vaksin di GlaxoSmithKline, Moncef Slaoui kepada The New York Times mengakui bahwa kerangka waktu penemuan vaksin pada awal 2021 sangat agresif.

Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami aspek-aspek utama virus corona, termasuk bagaimana sistem kekebalan tubuh merespons begitu seseorang terpapar. Jawabannya mungkin memiliki implikasi besar untuk pengembangan vaksin, termasuk seberapa cepat dapat digunakan untuk umum.

“Ada banyak optimisme. Ada banyak harapan. Tapi itu belum menghasilkan vaksin,” kata mantan direktur Biomedical Advances Research and Development Aurhoruty Dr. Rick Bright, mengatakan kepada anggota subkomite kesehatan House pekan lalu.

Peneliti terbaik dunia dan negara-negara terkaya mencurahkan sumber daya untuk menemukan vaksin corona. Di AS, pemeritahan administrasi Trump menghapus semua hambatan regulasi untuk mendapatkan vaksin dalam waktu singkat.

Jalur Cepat
Regulator kesehatan menyetujui sejumlah penelitian dengan cepat guna pengembangan vaksin virus corona. Hal ini memungkinkan para ilmuwan melewati berbulan-bulan tahapan birokrasi. Lebih dari 100 vaksin sedang dikembangkan secara global pada 30 April, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Setidaknya delapan kandidat vaksin sudah dalam uji coba pada manusia.

Pada awal pekan ini, perusahaan bioteknologi Moderna merilis data uji coba fase satu pada manusia tentang potensi vaksin. Hasilnya cukup menggembirakan, karena pasien yang disuntik vaksin memproduksi antibodi pengikat yang terlihat pada tingkat yang sama dengan orang yang telah pulih dari Covid-19. Perusahaan mengatakan akan memulai uji coba fase 3 pada bulan Juli

“Banyak optimisme di sekitar kerangka waktu 12 hingga 18 bulan jika semuanya berjalan sempurna. Kami belum pernah melihat semuanya berjalan sempurna," kata Bright, seorang ahli imunologi yang baru-baru ini mengajukan keluhan pengaduan setelah dipecat sebagai direktur BARDA.

Kekebalan
Satu pertanyaan kritis di antara para ilmuwan adalah apakah antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap Covid-19 mampu melindungi jika infeksi lagi, kata Dr. Jonathan Abraham, seorang profesor di Departemen Mikrobiologi dan Imunobiologi Harvard Medical School.

Covid-19 pertama kali ditemukan pada bulan Desember 2019. Sejak saat itu, banyak makalah penelitian telah diproduksi. Namun para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana hal itu mempengaruhi tubuh atau seberapa baik seseorang terlindungi dari infeksi ulang setelah pulih dari corona.

Secara umum, antibodi yang membantu tubuh melawan infeksi sebagai respons terhadap invasi partikel atau antigen asing. Vaksin bekerja dengan menginduksi sistem kekebalan untuk menghasilkan molekul-molekul ini. Para pejabat kesehatan mengatakan tidak cukup data untuk menunjukkan bahwa antibodi corona memastikan kekebalan terhadap virus.

Banyak Asumsi
“Empat bulan setelah pandemi ini, kami tidak dapat mengatakan respons antibodi berarti bahwa seseorang kebal terhadap Covid-19,” kata Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, mengatakan dalam konferensi pers 27 April.

Ada beberapa laporan, pasien kembali positif virus corona setelah sembuh.

Para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menerbitkan laporan minggu ini yang mempelajari pasien yang terinfeksi ulang dengan Covid-19 setelah pulih dan dikeluarkan dari isolasi. Mereka menemukan bahwa kasus re-positif membawa antibodi yang akan melindungi mereka dari sakit lagi.

Penemuan itu membuat peneliti menyimpulkan bahwa orang yang terinfeksi ulang dan positif kembali, bukan ancaman jika dilepaskan dari isolasi. Hal itu merupakan kabar baik bagi mereka yang telah pulih dan ingin kembali bekerja. Sayangnya penemuan itu belum menjadi bukti pasti.

"Selain itu, para ilmuwan tidak tahu berapa lama kekebalan berlangsung jika antibodi memberikan perlindungan," kata Dr. Bruce Walker, seorang profesor di Harvard Medical School.

Dia juga mencatat bahwa beberapa virus, seperti influenza, sering bermutasi dan memerlukan vaksin setiap tahun. Sebuah penelitian terbaru dari peneliti di Los Alamos National Laboratory mengatakan bahwa corona telah bermutasi setidaknya 14 kali. Adapun strain baru yang dominan saat ini menyebar lebih cepat.

Gelombang Kedua
Jika corona muncul lagi pada musim gugur, para ilmuwan bertanya-tanya apakah orang yang selamat dari gelombang infeksi pertama akan memiliki antibodi untuk melawan infeksi lain, Walker bertanya. "Itu hanya akan memakan waktu karena kita harus melihat apa yang terjadi setelah dua bulan, empat bulan, enam bulan dan kemudian kita harus memantau orang untuk melihat apa yang akan terjadi kemudian," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PM Australia Tolak Komitmen Hapus Bahan Bakar Fosil Bertahap

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menolak berkomitmen untuk menghapus bahan bakar fosil secara bertahap menjelang konferensi iklim besar COP26.

DUNIA | 26 September 2021

60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

Sekitar 60 juta rakyat Jerman memberikan hak suara untuk menentukan pengganti Kanselir veteran Angela Merkel yang sudah berkuasa selama 16 tahun

DUNIA | 26 September 2021

Menlu Rusia: Proses Politik Afghanistan Mustahil Tanpa Taliban

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan mustahil melakukan proses politik Afghanistan tanpa melibatkan Taliban

DUNIA | 26 September 2021

Greta Thunberg Desak Politisi Jerman Segera Kendalikan Perubahan Iklim

Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg bergabung dengan demonstrasi iklim global Fridays for Future di Berlin, Jerman, Jumat (24/9/2021)

DUNIA | 26 September 2021

Hari ini, Rakyat Jerman Pilih Pengganti Merkel

Tiga kandidat bersaing untuk menjadi kanselir Jerman menggantikan Merkel yang sangat populis dan dicintai warganya.

DUNIA | 26 September 2021

Rekonstruksi Gaza Dimulai Oktober Setelah Dana Siap

Rekonstruksi Gaza akan dimulai pada Oktober setelah dijanjikan anggaran US$ 1 miliar (Rp 14,2 triliun).

DUNIA | 26 September 2021

Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

Hampir dapat dipastikan bahwa para Taliban yang menguasai Afghanistan tidak akan tampil pada pertemuan para pemimpin dunia Majelis Umum PBB 2021.

DUNIA | 26 September 2021

1.600 Petugas Pemadam Perangi Kebakaran Baru di California Utara

Lebih dari 1.600 petugas pemadam memerangi kebakaran hutan baru yang menyebar cepat dan telah meluas hingga lebih dari 6.800 hektare di California, AS

DUNIA | 26 September 2021

Prancis dan Jerman Calonkan Dirjen WHO Tedros untuk Masa Jabatan Kedua

Jerman dan Prancis serta negara-negara Uni Eropa lainnya telah mencalonkan Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia untuk masa jabatan kedua di WHO

DUNIA | 26 September 2021

Presiden Sri Lanka Promosikan Solusi Energi Berlanjutan

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mempromosikan solusi energi berkelanjutan yang penting bagi planet bumi.

DUNIA | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Lionel Messi


# Kegiatan Besar



TERKINI
Remaja Tewas Ditusuk Usai Dirampok di Bekasi

Remaja Tewas Ditusuk Usai Dirampok di Bekasi

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings