Meski Ditentang, Spanyol Perpanjang Lockdown

Meski Ditentang, Spanyol Perpanjang Lockdown
Demonstran mengibarkan bendera Spanyol di depan polisi, saat aksi protes pada Rabu (20/5) di Barcelona, untuk menentang langkah pembatasan pemerintah Spanyol dalam mencegah penyebaran penyakit Covid-19. ( Foto: AFP / Pau Barrena )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 22 Mei 2020 | 15:24 WIB

Madrid, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez memenangkan dukungan parlemen untuk memperpanjang penguncian (lockdown) selama dua pekan lagi pada Rabu (20/5), sekalipun mendapat penolakan dari oposisi.

Perpanjangan tersebut artinya kelima kalinya pembaruan keadaan darurat, yang dampaknya pembatasan akan tetap berlaku sampai 6 Juni 2020.

Voting penguncian menghasilkan 177 suara setuju, 162 suara menentang, dan 11 suara abstain. Langkah terbaru itu memungkinkan pemerintah untuk menerapkan penguncian ketat di Spanyol dengan populasi hampir 47 juta, yang secara signifikan membatasi kebebasan bergerak untuk melawan virus corona.

Namun, manajemen krisis pemerintah telah memicu kritik dari partai-partai sayap kanan yang mengecam “pengurungan brutal”, sedangkan beberapa ratus demonstran telah turun ke jalan untuk mendesak kebebasan dan pengunduran diri Sanchez.

“Inilah warga Spanyol yang telah menghentikan virus bersama-sama, tidak seorang pun memiliki hak untuk menyia-nyiakan apa yang telah kita capai selama berminggu-minggu pengurungan ini,” kata Sanchez.

Aksi protes di jalanan telah didukung oleh kanan jauh Vox dan oposisi sayap kanan utama, Partai Rakyat, yang pemimpinnya Pablo Casado tidak berbasa-basi dalam perdebatan sebelum pemilihan.



Sumber: Suara Pembaruan