Topan Amphan Tewaskan Lebih 100 Orang

Topan Amphan Tewaskan Lebih 100 Orang
Seorang pria menyelamatkan barang-barang dari rumahnya yang rusak akibat topan Amphan di Midnapore, Benggala Barat, India, Kamis (21/5). Badai terkuat dalam beberapa dekade ini menghantam Bangladesh dan India timur pada 20 Mei 2020. ( Foto: AFP / Dibyangshu SARKAR )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:43 WIB

Kalkuta, Beritasatu.com- Topan Amphan melanda India timur dan Bangladesh dan menewaskan lebih dari 100 orang. Pemerintah India memperkirakan dampak kerusakan di Bengala Barat mencapai US$13,2 miliar atau Rp 193 triliun.

Setidaknya 77 kematian dilaporkan di India dan 25 di Bangladesh, menurut Direktorat Jenderal Uni Eropa untuk Perlindungan Sipil Eropa dan Operasi Bantuan Kemanusiaan (via ReliefWeb). Korban tewas diperkirakan akan meningkat secara dramatis, ketika tim penyelamat menuju ke daerah yang paling terpukul, termasuk pulau-pulau terpencil.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (21/5), tim penyelamat menjelajahi desa-desa pantai yang hancur, namun terhambat oleh kabel listrik yang roboh dan banjir di tanah yang luas.

Menurut para pejabat, evakuasi massal yang diselenggarakan oleh pihak berwenang sebelum Topan Amphan mendarat telah menyelamatkan banyak nyawa. Tetapi seluruh korban dan kerusakan properti hanya akan diketahui setelah komunikasi dipulihkan.

Di negara bagian Benggala Barat, India, pada Kamis (21/5), Kepala Menteri Mamata Banerjee mengatakan setidaknya 72 orang telah tewas. Kebanyakan dari mereka tersengat listrik atau tertimpa pohon-pohon yang tumbang akibat angin yang berkecepatan hingga 185 km per jam.



Sumber: Suara Pembaruan