Warga Dunia Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi

Warga Dunia Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi
Orang-orang berbelanja di Raja Bazar menjelang perayaan Idulfitri di Rawalpindi, Pakistan, Kamis (21/5). (Foto: AFP / Aamir QURESHI)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 23 Mei 2020 | 09:52 WIB

Kairo, Beritasatu.com- Lebih dari satu miliar kaum Muslim di seluruh dunia akan segera menandai akhir dari bulan suci Ramadan dan merayakan Idulfitri di tengah suasana pandemi. Setelah sebulan penuh berpuasa, perayaan Idulfitri biasanya dirayakan dengan kemeriahan dan kebersamaan bersama keluarga.

Namun perayaan Idul Fitri kali ini sangat berbeda karena sebagian besar negara di dunia memberlakukan pembatasan sampai penguncian (lockdown), serta melarang tradisi mudik, saling berkunjung, bahkan salat Id berjamaah.

Di ibu kota Mesir, Kairo, keluarga Muslim bergegas membeli camilan manis dan kue-kue menjelang pemberlakuan jam malam saat hari raya Idulfitri. Perayaan Idulfitri biasanya menjadi momen warga untuk memenuhi jalanan dan mengunjungi keluarga atau tempat publik seperti kafe dan restoran.

Tapi, otoritas Mesir akan memberlakukan jam malam virus corona sampai pukul 17.00 dan melarang seluruh transportasi publik selama enam hari mulai Minggu (24/5).

Para pembeli, banyak di antaranya memakai masker, mengatakan perayaan Idulfitri kali ini akan lebih sepi karena pembatasan telah mempersulit setiap keluarga untuk buka puasa bersama saat matahari terbenam selama Ramadan.

“Kita tidak akan melihat saudara, orang-orang terkasih dan teman-teman. Kita biasa pergi ke luar dan bersenang-senang di kafe, tapi sekarang kita harus berhati-hati, menjaga diri sendiri,” kata warga Kairo, Hoda Mahmoud (53), sambil memegang biskuit hasil belanjanya.



Sumber: Suara Pembaruan