Thailand Mulai Uji Vaksin Covid-19 pada Monyet

Thailand Mulai Uji Vaksin Covid-19 pada Monyet
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 24 Mei 2020 | 12:52 WIB

Bangkok, Beritasatu.com - Thailand mulai melakukan uji vaksin terhadap virus corona (Covid-19) pada monyet setelah percobaan pada tikus membuahkan hasil positif.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Penelitian dan Inovasi Thailand, Suvit Maesincee, mengatakan para peneliti telah memindahkan pengujian vaksin ke monyet. Dia berharap akan mendapatkan hasil yang lebih jelas dan keefektifannya pada September. "Proyek ini untuk umat manusia, bukan hanya warga Thailand," kata Dr Suvit kepada wartawan, Sabtu (23/5/2020).

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha telah merinci kebijakan bahwa Thailand harus mengembangkan vaksin dan bergabung dengan tenaga kerja komunitas dunia.

Baca juga: 2021, Thailand Janjikan Vaksin Covid-19

Thailand pada Rabu mengumumkan sedang mengembangkan vaksin. Pengembangan ini merupakan salah satu dari 100 vaksin potensial di seluruh dunia. Thailand berharap dapat memproduksi vaksin pada 2021.

Kandidat vaksin yang sedang diuji Universitas Chualongkorn Bangkok dan dua mitranya sektor publik memanfaatkan teknologi messenger RNA. Pembawa RNA akan mendorong sel-sel tubuh untuk memproduksi apa yang disebut antigen yakni molekul di permukaan virus, yang memacu sistem kekebalan tubuh untuk beraksi.

Thailand memiliki beberapa proyek pengembangan vaksin Covid-19 aktif, termasuk upaya kerja sama Tiongkok. Selain itu, Negeri Gajah Putih tersebut terlibat pengembangan vaksin dengan Amerika Serikat (AS).

Lebih 100 vaksin potensial untuk Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona sedang dikembangkan, termasuk beberapa dalam uji klinis. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin akan memakan waktu setidaknya 12-18 bulan.

Sementara, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin untuk Covid-19. Saat ini lembaga yang memimpin pembuatan vaksin itu adalah Eijikman Institute for Molecular Biology.



Sumber: ABC