Tenaga Medis di Malaysia Rayakan Idulfitri dalam Suasana Muram

Tenaga Medis di Malaysia Rayakan Idulfitri dalam Suasana Muram
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP / Alberto Pizzoli)
Natasia Christy Wahyuni / FER Minggu, 24 Mei 2020 | 17:13 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Seorang dokter Malaysia, Muhammad Syahidd Al-Hatim, terbiasa jauh dari keluarganya saat hari raya Idulfitri dan telah menghabiskan dua tahun untuk merayakan akhir dari bulan suci ramadan di Rumah Sakit Kuala Lumpur.

Baca Juga: Idulfitri, Malaysia Izinkan Kunjungi Keluarga yang Berdekatan

Namun, perayaan Idulfitri tahun ini menjadi urusan paling suram bagi banyak tenaga medis di Malaysia. Pasalnya, pandemi virus corona (Covid-19) telah menginfeksi lebih dari 7.000 orang, termasuk 115 meninggal dunia.

"Ini menyedihkan karena beberapa teman saya, para staf perawat, beberapa dokter senior, mereka tidak berasal dari Kuala Lumpur,” kata Muhammad Syahidd kepada Reuters, Minggu (24/5/2020).

Malaysia yang mayoritas muslim telah menerapkan pembatasan gerak yang ketat sejak pertengahan Maret. Meskipun otoritas telah melonggarkan beberapa pengekangan bulan ini, seperti melarang perjalanan antar wilayah untuk alasan tidak penting, sehingga banyak orang tidak bisa kembali ke kampung halaman masing-masing selama musim liburan.

"Biasanya mereka akan kembali (ke kota asalnya) untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, dan sekarang mereka tidak bisa melakukan itu. Jadi, situasi itu membawa suasana muram ke tempat kerja,” kata Muhammad Syahidd.

Baca Juga: Angka Covid-19 Terus Naik, Indonesia Terburuk di ASEAN

Muhammad Syahidd, yang ditugaskan di bangsal gawat darurat, tetap bekerja pada hari pertama Idulfitri karena kekhawatiran musim liburan akan membuat lonjakan infeksi Covid-19 karena semakin banyak orang melanggar aturan lockdown untuk mengunjungi kerabatnya.

Dokter junior, yang tinggal bersama orang tuanya, telah diuji dan dikarantina dua kali setelah melakukan kontak dekat dengan para pasien yang diduga terinfeksi virus.

"Aku merawat pasien di sini. Lalu aku membawa penyakit itu kepada orang tua. Itu satu-satunya hal yang aku takutkan,” katanya.

Pandemi Covid-19 bagaimana pun telah membuat para staf rumah sakit di Kuala Lumpur semakin dekat. Para pekerja non-muslim sering kali menggantikan staf muslim saat berbuka puasa selama ramadan. "Kami saling menjaga satu sama lain," ujar Muhammad Syahidd.



Sumber: Reuters