Di Tengah Pandemi Covid-19, Bangladesh Izinkan Salat Id di 300.000 Masjid

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bangladesh Izinkan Salat Id di 300.000 Masjid
Umat Muslim Bangladesh mengambil bagian dalam salat Idul Fitri di masjid Baitul Mukarram, Dhaka, Senin (25/5/2020). (Foto: Istimewa)
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 26 Mei 2020 | 14:57 WIB

Dhaka, Beritasatu.com - Pemerintah Bangladesh mengizinkan pelaksanaan salat Id berjemaah di sekitar 300.000 masjid yang tersebar, di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Berbeda dengan negara-negara lainnya, Bangladesh dan juga India merayakan Idulfitri pada Senin (25/5/2020).

Meskipun mengizinkan pelaksanaan salat Id di masjid, pemerintah Bangladesh memperingatkan pengelola masjid untuk memberlakukan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, yakni kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak sosial.

Izin pelaksanaan salat Id di masjid disambut umat Muslim Bangladesh dengan berbondong-bondong mendatangi masjid, terutama masjid utama Baitul Mokarram, di Kota Dhaka.

Ribuan orang bergabung dalam salat Id berjemaah, sehingga pengelola masjid Baitul Mokarram memberlakukan pelaksanaan salat  secara bertahap.

Pihak pengelola masjid mengizinkan umat Muslim masuk berkelompok dan melakukan salat setiap jam. Banyak yang mengantri lebih dari satu jam untuk memasuki tempat itu.

“Ini pengalaman baru. Kami tidak pernah merasa seperti ini. Saya tidak membawa kedua putra saya untuk salat, mereka tinggal di rumah. Keluarga saya tidak bisa mengunjungi orang tua saya untuk merayaan Idul Fitri,” kata pejabat pemerintah setempat, Abdul Halim, setelah menghadiri salat Id di masjid Baitul Mokarram.

Bangladesh menempati peringkat ke-24 negara di dunia yang terdampak Covid-19. Data Woldometers menyebutkan, hingga  Senin (25/5/2020), total kasus positif Covid-19 di Bangladesh mencapai 35.585 orang, dimana terdapat kasus baru sebanyak 1.975 orang. Total kematian akibat Covid-19 sebanyak 501 orang, 21 orang diantaranya merupakan kasus kematian baru.

Terkait dengan pandemi Covid-19, Perdana Menteri Banglades, Sheikh Hasina, menyampaikan ucapan selamat Idulfitri, tetapi menekankan perlunya menjaga pedoman kesehatan dan agar individu tetap aman.

"Keamanan Anda ada di tangan Anda. Ingatlah bahwa jika Anda tetap aman, Anda juga menjaga keluarga, tetangga, dan negara Anda aman," kata Sheikh Hasina dalam pidato kenegaraan terkait perayaan Idulfitri.



Sumber: AP, Al Jazeera, Suara Pembaruan