Tampilkan Nama Korban Meninggal Covid-19 AS, New York Times Dipuji Warganet

Tampilkan Nama Korban Meninggal Covid-19 AS, New York Times Dipuji Warganet
Foto halaman depan edisi cetak New York Times pada Minggu (25/5/2020), yang menampilkan nama para korban meninggal akibat wabah Covid-19 di Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 26 Mei 2020 | 15:27 WIB

New York, Beritasatu.com - New York Times menuai pujian dari warganet, terkait edisi khusus yang menampilkan nama para korban meninggal akibat wabah virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS).

Pada Minggu (24/5/2020), halaman depan edisi cetak New York Times secara khusus menampilkan nama para korban meninggal Covid-19 dan rincian singkat tentang mereka dengan judul "U.S. Deaths Near100.000, An Incalculable Lost" (Hampir 100.000 Kematian di Amerika, Kehilangan Yang Tak Ternilai”.

Jumlah korban meninggal akibat wabah virus korona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) nyaris menembus angka 100.000 orang. Hingga Senin (25/5/2020), total kasus positif Covid-19 di AS berdasarkan data Worldometers telah mencapai 1.706.226 orang dengan total kematian sebanyak 99.805. 

Tampilan halaman depan New York Times yang tidak biasa itu, menarik perhatian dan mendapat respon positif. Foto halaman depan New York Times edisi Minggu (24/5/2020) yang diunggah di akun instagram @nytimes itu, hingga kini telah disukai 337.344 warganet dan mendapat komentar dari 4.938 warganet.

Beberapa warganet dalam komentarnya di unggahan tersebut memuji New York Times yang berani tampil beda dan mendedikasikan halam depan edisi cetaknya sebagai penghargaan bagi para korban meninggal akibat Covid-19.

Salah satu warganet dengan akun @samhorine menyebut halaman depan edisi cetak New York Times tersebut sebagai “stunning tribute” atau “penghargaan yang mengagumkan” bagi para korban Covid-19.

Warganet lainnya bernama @quentin.quarantino menyebut hal itu sebagai “historic front” atau “halaman depan bersejarah” dari edisi cetak New York Times.

Tak ada penjelasan apapun mengenai alasan New York Times menampilkan nama para korban di halaman depan edisi cetaknya. Namun sejumlah pengamat menilai hal itu merupakan bentuk kritikan terhadap pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, yang seolah menyepelekan bahaya virus Covid-19 dan membahayakan keselamatan warga AS.

Pekan lalu, Donald Trump mencibir pertanyaan media massa mengenai posisi AS yang tetap berada di urutan pertama negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak dan setiap hari terus bertambah.

Donald Trump menanggapi pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa baginya hal itu justru menjadi penghargaan karena membuktikan bahwa AS paling terdepan dalam hal tes Covid-19 dengan jangkauan yang luas, sehingga lebih banyak mendeteksi orang yang terinfeksi dibandingkan negara manapun di dunia.

Donald Trump juga tidak mempedulikan peringatan ahli mengenai ancaman gelombang kedua Covid-19, yang diperkirakan meningkat pascadibukanya kegiatan ekonomi pada 1 Mei 2020. Pasalnya, banyak negara bagian yang tidak ketat melakukan pengawasan dan mengabaikan persyaratan untuk membuka kembali kegiatan bisnis.

New York Times merupakan salah satu media yang kritis terhadap pemerintahan Donald Trump, sehingga seringkali mendapat sindiran dari presiden yang diusung Partai Republik tersebut. Bahkan Donald Trump sempat bersitegang dengan wartawan New York Times yang bertugas di Gedung Putih.



Sumber: New York Times, VoA, Suara Pembaruan