WHO Bantah Penelitian Perokok Sulit Terinfeksi Covid-19

WHO Bantah Penelitian Perokok Sulit Terinfeksi Covid-19
Ilustrasi rokok. (Foto: Fox News)
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 26 Mei 2020 | 20:36 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) membantah hasil penelitian yang mengklaim perokok sulit atau lebih sedikit terinfeksi virus corona (Covid-19) dibandingkan orang yang tidak merokok (perokok pasif). 

Pernyataan itu, disampaikan WHO terkait dengan beberapa penelitian yang mengklaim bahwa jumlah pasien Covid-19 bukan perokok lebih tinggi dibandingkan pasien perokok.

Sebuah studi oleh para ilmuwan Perancis di portal sains Qeios pada akhir April 2020 menyatakan merokok dapat menjadi faktor perlindungan terhadap virus Covid-19.

Dari total 482 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Pitie-Salpetriere, Paris, pada 28 Februari 2020 hingga 9 April 2020, hanya 5% adalah perokok.

Sebuah studi sebelumnya yang diterbitkan New England Journal of Medicine pada akhir Maret 2020,  juga menunjukkan hanya 12,6% dari 1.099 pasien Covid-19 adalah perokok, sementara jumlah perokok yang menjadi pasien Covid-19 di Tiongkok sekitar 28%.

Pada Senin (25/5), WHO menyatakan perokok lebih rentan terhadap Covid-19 daripada bukan perokok. Hal itu sesuai dengan tinjauan studi oleh para ahli kesehatan masyarakat yang diadakan WHO yang menemukan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit fatal.

"Covid-19 adalah penyakit menular yang terutama menyerang paru-paru. Merokok merusak fungsi paru-paru, sehingga perokok akan lebih sulit melawan virus corona," demikian bunyi pernyataan tertulis WHO, di Jenewa, Swiss, Senin (25/5/2020).

Lembaga itu menyatakan, tembakau atau nikotin membunuh lebih dari 8 juta orang di dunia setiap tahun. Sekitar 7 juta diantaranya berasal dari perokok aktif, dan sekitar 1,2 juta adalah perokok pasif.

Data worldometers pada Selasa (26/5/2020) malam WIB, mencatat kasus Covid-19 dunia telah mencapai 5.601.285 orang, di mana sekitar 17.018 diantaranya merupakan kasus baru. Sedangkan total kematian akibat Covid-19 mencapai 348.126 orag, dengan 513 orang diantaranya merupakan kasus kematian baru.



Sumber: Anadolu Agency, Suara Pembaruan