Kasus Positif Covid-19 Naik, Korsel Kembali Terapkan Pembatasan Sosial

Kasus Positif Covid-19 Naik, Korsel Kembali Terapkan Pembatasan Sosial
Petugas mengevakuasi pasien terinfeksi "corona" dari sebuah rumah sakit di Korea Selatan. (Foto: AFP)
Natasia Christy Wahyuni / YUD Kamis, 28 Mei 2020 | 21:14 WIB

Seoul, Beritasatu.com - Korea Selatan, yang telah menjadi model dunia dalam penanganan Covid-19, Kamis (28/5/2020), mengumumkan pemberlakuan kembali pembatasan sosial yang sempat dilonggarkan awal bulan ini. Pengetatan dilakukan lagi setelah terjadi lonjakan kasus penularan baru setelah hampir dua bulan kehidupan di negara itu tampaknya kembali normal.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korsel melaporkan 79 kasus infeksi baru, dengan 67 kasus diantaranya berasal dari wilayah perkotaan Seoul, sehingga total kasus saat ini menjadi 11.344. Peningkatan itu tercatat sebagai kenaikan tertinggi sejak 5 April 2020 saat jumlah kasus mencapai 81.

Baca juga: Langgar Karantina Covid-19, Pria Korsel Dipenjara 4 Bulan

Kasus-kasus baru, terutama berpusat di metropolitan Seoul, yang menjadi tempat tinggal bagi setengah populasi Korsel, mendorong para pejabat untuk memperkuat aturan-aturan pembatasan sosial yang telah diredakan pada 6 Mei 2020.

Lonjakan kasus berasal dari gudang perusahaan e-commerce Coupang di Bucheon, sebelah barat Seoul, yang menyumbang 69 kasus. Sekitar 4.100 pekerja dan pengunjung gedung itu juga diperintahkan melakukan isolasi mandiri, dan lebih dari 80 persen sudah dites Covid-19.

Baca juga: Muncul Kluster Covid-19 Baru, Korsel Tutup Bar dan Klub di Seoul

“Kami telah memutuskan untuk memperkuat seluruh langkah karantina di kawasan metropolitan (Seoul) selama dua minggu mulai besok sampai 14 Juni,” kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.

Museum, taman, dan galeri seni akan ditutup lagi mulai Jumat (29/5/2020) selama dua minggu ke depan, sedangkan perusahaan didesak memperkenalkan kerja yang fleksibel. Warga juga diimbau menahan diri dari perkumpulan sosial atau pergi ke tempat ramai, termasuk restoran dan bar, sedangkan fasilitas keagamaan diminta lebih waspada.

Baca juga: Kabar Baik, Alat Medis dari Tiongkok, Korsel, UEA Tiba Pekan Ini

Namun, tidak ada penundaan terbaru terkait pembukaan kembali sekolah secara bertahap yang saat ini sedang berlangsung.

“Dua minggu ke depan sangat menentukan untuk mencegah penyebaran infeksi di kawasan perkotaan. Kita akan kembai kepada pembatasan sosial jika gagal,” tambah Park.

Kementerian Kesehatan menyatakan pemerintah akan memaksakan pemberlakuan kembali kampanye pembatasan sosial secara keseluruhan jika negara itu mengalami lebih dari 50 kasus barus selama setidaknya tujuh hari berturut-turut.

“Kami memperkirakan jumlah kasus baru terkait gudang terus meningkat sampai hari ini saat kita melakukan tes terkait,” kata Park.



Sumber: AFP, Reuters