Sengketa Perbatasan Memanas

India dan Tiongkok Kirim Ribuan Tentara ke Himalaya

India dan Tiongkok Kirim Ribuan Tentara ke Himalaya
Grafis perbatasan India-Tiongkok (Foto: Dok SP)
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 29 Mei 2020 | 13:32 WIB

Ladakh, Beritasatu.com - India dan Tiongkok mengirimkan ribuan tentara di dekat Ladakh dan Sikkim, wilayah Himalaya, Kashmir, seiring dengan sengketa perbatasan antarkedua negara yang semakin memanas.

Reuters melaporkan, di dekat perbatasan antarkedua negara di Himalaya, sekitar 80 hingga 100 tenda tentara bermunculan di wilayah Tiongkok, dan hampir 60 tenda tentara di wilayah India. 

Media India melaporkan, setidaknya 10.000 tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) sekarang diyakini berkemah di kawasan sengketa, yakni Danau Pangong Tso, Lembah Galwan dan Demchok di Ladakh, dan Nathu La di Sikkim.

Ketegangan antarkedua negara di perbatasan Himalaya berawal pada 5 Mei 2020, ketika terjadi bentrokan antara pasukan militer India dan Tiongkok di dekat Danau Pangong Tso, Himalaya, Ladakh.

Sebuah rekaman video oleh seorang prajurit India yang dibagikan di media sosial menunjukkan tentara dari kedua negara terlibat dalam perkelahian dan saling melempari batu di perbatasan de facto, yang dikenal sebagai Line of Actual Control (LAC). Insiden itu, berlanjut hingga hari berikutnya, mengakibatkan leih dari 11 tentara dari kedua pihak terluka.

Tiga hari kemudian, tepatnya pada 8 Mei 2020, pertempuran lain meletus di Nathu La Pass di negara bagian Sikkim di India, sekitar 1.200 kilometer bagian timur area LAC, setelah tentara India menghentikan patroli PLA.

Kedua pihak telah menyelesaikan insiden tersebut di tingkat komandan lokal. Namun belakangan baik pihak India maupun Tiongkok meningkatkan jumlah pasukan di wilayah perbatasan dan melakukan patroli rutin.

Baik dari sisi perbatasan India maupun Tiongkok, terlihat puluhan tenda tentara berdiri. Para tentara dari kedua negara berkemah di sepanjang wilayah perbatasan yag disengketakan, dan masing-masing dalam kondisi siaga.

Keamanan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok menyatakan pengerahan pasukan ke wilayah perbatasan dengan India dilakukan karena alasan keamanan.

"Tiongkok berkomitmen untuk menjaga keamanan kedaulatan teritorial nasionalnya, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah perbatasan Tiongkok-India," bunyi penyataan Kemlu Tiongkok.

Tidak ada komentar langsung dari Kementerian Urusan Luar Negeri India (MEA), tetapi beberapa sumber mengatakan penambahan pasukan tentara di perbatasan dipicu tindakan PLA yang menghalangi patroli India biasa di sepanjang LAC.

"Semua kegiatan India sepenuhnya berada di pihak India dari LAC. Faktanya, pihak China yang baru-baru ini melakukan kegiatan yang menghalangi pola patroli normal India," kata juru bicara MEA, Anurag Srivastava.

Bahkan pada 22 Mei 2020, panglima militer India Jenderal Manoj Mukund Naravane dilaporkan melarikan diri ke Leh, ibukota wilayah Ladakh, di bawah administrasi Kashmir, karena ketegangan yang memuncak di perbatasan India-Tiongkok.



Sumber: Reuters, Suara Pembaruan