Status Unik Hong Kong Terancam Hilang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

RUU Keamanan Nasional Disetujui

Status Unik Hong Kong Terancam Hilang

Jumat, 29 Mei 2020 | 14:02 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Beijing, Beritasatu.com - Status unik Hong Kong sebagai negara otonomi khusus terancam hilang setelah Parlemen Tiongkok, Kongres Nasional Rakyat (NPC), mendukung resolusi untuk pengesahan rancangan undang-undang (RUU) Keamanan Nasional.

Dalam voting yang berlangsung pada sidang tahunan NPC, di Beijing, Kamis (28/5/2020) sore waktu setempat, sebanyak 2.878 anggota parlemen menyatakan setuju dengan pengesahan RUU tersebut.

Hasil voting itu memberikan kekuasaan kepada Komite Tetap NPC untuk mengajukan RUU yang melarang tindakan pemisahan diri, subversi, terorisme, atau konspirasi dengan pengaruh asing di Hong Kong.

RUU itu telah memicu keprihatinan karena bisa mengakhiri status unik Hong Kong. Lewat RUU itu, Tiongkok dianggap bisa menempatkan agen keamanannya sendiri di kawasan itu untuk pertama kalinya. RUU itu juga menyebabkan gelombang protes terbaru anti-daratan.

Parlemen Hong Kong juga berdebat mengenai RUU tersebut. Setidaknya dua legislator pro-demokrasi Hong Kong dikeluarkan dari dewan pada Kamis (28/5/2020).

Salah satunya, Ted Hui, melemparkan tanaman busuk ke lantai ruang sidang parlemen, dan menyebutnya sebagai simbol pembusukan sistem politik di Hong Kong. “Saya ingin ketua merasakan apa artinya busuk,” kata Ted Hui.

Ketua parlemen menganggap paket itu sebagai benda berbahaya yang tidak diketahui, kemudian memanggil polisi dan anggota pemadam kebakaran untuk mengamankan paket tersebut dan mengusir Ted Hui dan salah satu rekannya dari ruang sidang.

Hingga kini, rincian lengkap tentang perilaku yang sebenarnya dilarang di bawah RUU Keamanan Nasional Hong Kong masih belum jelas. RUU tersebut akan diberlakukan sebelum September 2020.

Dua Bulan

Pertemuan NPC di Beijing dilakukan setelah penundaan dua bulan karena pandemi Covid-19, menghasilkan dukungan bulat terhadap RUU Keamanan Nasional Hong Kong, di mana 2.878 suara mendukung, satu suara menolak, dan enam suara abstain.

“Itu akan menjunjung tinggi dan meningkatkan kebijakan satu negara, dua sistem. Ini sejalan dengan konstitusi dan Hukum Dasar Hong Kong serta demi kepentingan seluruh rakyat Tiongkok termasuk warga Hong Kong,” kata Ketua NPC, Li Zhanshu, saat upacara penutupan.

NPC hanya menyetujui RUU yang dibuat pemerintah, sehingga tidak ada peluang RUU itu tidak disetujui. RUU keamanan nasional akan diserahkan kepada Komite Tetap Partai Komunis yang akan menyusun detil menyeluruh hukum baru tersebut.

Beberapa hal yang diatur dalam RUU tersebut, antara lain akan mengkriminalkan tindakan pemisahan diri dari Tiongkok, subversi yaitu merusak kekuasaan atau otoritas pemerintah pusat, terorisme yakni menggunakan kekerasan atau intimidasi terhadap orang, dan aktivitas oleh pasukan asing yang mengintervensi Hong Kong.

Komite Tetap, yang terakhir bertemu April, menggelar pertemuan setiap dua bulan dan dperkirakan pertemuan tercepat dilakukan pada Juni. Ini waktu paling awal untuk pengajuan RUU keamanan tersebut.



Sumber: South China Morning Post, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

India dan Tiongkok Kirim Ribuan Tentara ke Himalaya

India dan Tiongkok mengirimkan ribuan tentara di dekat Ladakh dan Sikkim, Himalaya, Kashmir, seiring dengan sengketa perbatasan yang semakin memanas.

DUNIA | 29 Mei 2020

86 Juta Anak Terancam Miskin Akibat Dampak Covid-19

Keruntuhan ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19) mengancam lebih dari 86 juta anak di dunia hidup dalam kemiskinan sampai akhir 2020.

DUNIA | 29 Mei 2020

Sempat Ditunda September, Boston Marathon Akhirnya Dibatalkan

Boston Marathon 2021 dijadwalkan pada 19 April.

DUNIA | 29 Mei 2020

Transaksi Online, KLHK Tahan Penjual Kantong Semar ke Taiwan

Kantong semar spesies Nepenthes clipeata sangat berisiko punah.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Kisruh Twitter, Trump Serang Balik Medsos yang Batasi Kebebasan Berpendapat

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (28/5/2020) menandatangani perintah eksekutif untuk menyisir perusahaan medsos yang membatasi kebebasan berpendapat.

DUNIA | 29 Mei 2020

Kasus Positif Covid-19 Naik, Korsel Kembali Terapkan Pembatasan Sosial

Korsel melaporkan 79 kasus infeksi baru, dengan 67 kasus diantaranya berasal dari wilayah perkotaan Seoul.

DUNIA | 28 Mei 2020

934 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri

WNI yang terinfeksi Covid-19 di luar negeri hingga, Kamis (28/5/2020) sebanyak 934 orang terdiri dari 467 sembuh, 49 meninggal, dan 418 dalam perawatan.

DUNIA | 28 Mei 2020

Lima Kali Beruntun, Kematian Akibat Covid-19 di Brasil 1.000 Per Hari

Kematian akibat penyakit yang disebabkan virus corona selama 24 jam terakhir sebanyak 1.086.

DUNIA | 28 Mei 2020

Menlu AS Sebut Otonomi Hong Kong Telah Hilang

Hong Kong tidak bisa melanjutkan perlakuan khusus berdasarkan hukum AS dengan cara yang sama seperti yang diterapkan sebelum Juli 1997.

DUNIA | 28 Mei 2020

Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang

Untuk pertama kalinya, Presiden AS Donald Trump mendapatkan peringatan dari Twitter soal cuitannya yang memiliki konten tidak benar.

DUNIA | 27 Mei 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS