Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya Dipicu Pembangunan Infrastruktur

Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya Dipicu Pembangunan Infrastruktur
Foto satelit menunjukkan tenda-tenda tentara Tiongkok di dekat perbatasan dengan India, wilayah Himalaya, Kashmir. (Foto: Istimewa)
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 29 Mei 2020 | 15:41 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - Ketegangan antara India-Tiongkok yang meningkat di wilayah perbatasan Himalaya, Kashmir, diduga dipicu oleh pembangunan infrastruktur yang dilakukan India di sepanjang Line of Actual Control (LAC).

Dalam 10 tahun terakhir, India telah meningkatkan infrastruktur perbatasannya, dengan membangun jalan dan pangkalan udara baru di daerah Himalaya yang terpencil.

Pengamat khawatir ketegangan akan terus meningkat karena truk-truk Tiongkok diduga telah memindahkan peralatan ke dalam area LAC yang diklaim India. Hal itu, terlihat dari rekaman satelit yang menunjukkan pengerahan truk dan pasukan Tingkok ke wilayah Himalaya.

"Tiongkok dapat menggunakan alasan kegiatan konstruksi untuk menekan India demi tujuan politik atau ekonomi. Kita tidak tahu apa tujuan Tiongkok dalam kasus ini, tapi ribuan tentara Tiongkok kini berada di wilayah India. Satu-satunya yang tersisa bagi mereka adalah terlibat dalam pertempuran," kata Ajai Shukala, seorang analis pertahanan yang berbasis di New Delhi, India, Kamis (28/5/2020).

Menurut Ajai Shukala, ketengangan yang memuncak di kawasan perbatasan India-Tiongkok tersebut merupakan yang terburuk sejak kebuntuan Perjanjian Doklam 2017, yang berlangsung selama 73 hari.

Sengketa India dan Tiongkok bukan isu baru. Pada 1962, India dan Tiongkok berperang, tetapi masalah perbatasan masih ada, meskipun keduanya mencapai kesepakatan perdamaian.

Tiongkok mengklaim negara bagian India Arunachal Pradesh, sedangkan India mempertimbangkan kawasan Aksai Chin yang dikuasai Tiongkok sebagai wilayahnya.

Pada akhir 1980-an, Perdana Menteri India saat itu Rajiv Gandhi mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Cina Deng Xiaoping di Beijing untuk memulihkan kembali hubungan angtarkedua negara.

Sejak itu, perbatasan sebagian besar tetap tenang, dengan kedua negara sepakat untuk merumuskan pedoman untuk mengelola perbatasan. Bahkan pada 1993, sebuah perjanjian untuk menjaga perdamaian di perbatasan ditandatangani.

Langkah-langkah penting untuk membangun kepercayaan pada isu-isu perbatasan kedua negara pun ditandatangani lebih lanjut pada 1996 dan 2006.

Menengahi

Seiring ketegangan di perbatasan India-Tiongkok, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah memberi tahu India dan Tiongkok bahwa pihaknya bersedia dan mampu menengahi perselisihan perbatasan antarkedua negara.

India dan Tiongkok telah menerjunkan ribuan tentara di dekat Ladakh dan Sikkim, Kashmir, seiring dengan sengketa perbatasan antarkedua negara yang semakin memanas.

Sebelumnya pada 5 Mei 2020, bentrokan terjadi antara pasukan militer India dan tiongkok di dekat Danau Pangong Tso, wilayah Himalaya, Ladakh.

Tiga hari kemudian, tepatnya pada 8 Mei 2020, pertempuran lain meletus di Nathu La Pass di negara bagian Sikkim di India, setelah tentara India menghentikan patroli Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA).

Kedua pihak telah menyelesaikan insiden tersebut di tingkat komandan lokal. Namun belakangan baik pihak India maupun Tiongkok meningkatkan jumlah pasukan di wilayah perbatasan dan melakukan patroli rutin.

Baik dari sisi perbatasan India maupun Tiongkok, terlihat puluhan tenda tentara berdiri. Para tentara dari kedua negara berkemah di sepanjang wilayah perbatasan yag disengketakan, dan masing-masing dalam kondisi siaga.



Sumber: Times of India, Suara Pembaruan