PM Modi Bungkam Soal Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PM Modi Bungkam Soal Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya

Jumat, 29 Mei 2020 | 20:01 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

New Delhi, Beritasatu.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi, tetap bungkam dan belum memberi komentar apapun terkait ketegangan yang meningkat antara pasukan militer India dan Tiongkok di perbatasan Himalaya, Kashmir.

Narendra Modi belum sekalipun memberi keterangan pers mengenai ketegangan antara tentara India dan Tiongkok yang sudah berlangsung sejak 5 Mei 2020. Bahkan dia sama sekali tidak membuat cuitan di media sosial Twitter, padahal dikenal sebagai salah satu pengguna aktif.

Sikap diam Narendra Modi tersebut, menjadi sorotan Pemimpin Kongres Nasional India, Rahul Gandhi. Lewat cuitan di akun twitter-nya, Jumat (29/5/2020), Rahul Gandhi mempertanyakan sikap diam pemerintah India.

“Kebungkaman pemerintah tentang situasi perbatasan dengan Tiongkok memicu spekulasi besar dan ketidakpastian pada saat krisis. Pemerintah India harus berterus terang dan memberi tahu rakyat India apa yang sebenarnya terjadi," kata Rahul Gandhi, di akun Twitter-nya, Jumat, (29/5/2020).

Rahul Gandhi mengatakan, pemerintah India harus menegaskan kejelasan sikap dan kedaulatan India di wilayah perbatasan yang berhadapan dengan Tiongkok, di sepanjang Garis Kontrol Aktual (Line Actual Control/LAC).

Situasi di Ladakh bagian timur memburuk setelah sekitar 250 tentara Tiongkok dan India terlibat dalam pertempuran sengit pada 5 Mei 2020. Kedua pihak sejak itu terlibat dalam serangkaian pertemuan, dan berupaya menyelesaikan insiden itu tanpa sorotan media massa.

Namun tiga hari kemudian, tepatnya pada 8 Mei 2020, pertempuran lain meletus di Nathu La Pass di negara bagian Sikkim di India, sekitar 1.200 kilometer bagian timur area LAC, setelah Tiongkok mengambil sikap agresif dan mengerahkan sekitar 6.000 tentara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan dihadang tentara India yang berparoli.

Sumber di pemerintah mengatakan bahwa Tiongkok mengerahkan pasukan ke perbatasan dekat India karena ingin menghentikan proyek infrastruktur yang dibangun India di wilayah perbatasan.

Dalam 10 tahun terakhir, India telah meningkatkan infrastruktur perbatasannya, dengan membangun jalan dan pangkalan udara baru di daerah Himalaya yang terpencil.

Pengamat mengatakan, India sedang membangun jalan dan jembatan di wilayah Ladakh yang akan memudahkan para prajurit yang ditempatkan di daerah itu untuk mendapatkan pasokan dan persenjataan.

Bahkan sebuah jembatan sedang dibangun di dekat Daulat Beg Oldie, pos perbatasan terakhir di dekat Karakoram Pass, dan dikabarkan paling membuat Tiongkok jengkel.

Stabil

Dalam komentar pertamanya tentang pertikaian yang sedang berlangsung, Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan situasi di perbatasan India-Tiongkok "stabil dan dapat dikendalikan".

"Posisi Tiongkok di perbatasan Tiongkok-India jelas. Pasukan perbatasan Tiongkok berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Kolonel Senior Ren Guoqiang, pada briefing bulanan, di Beijing, Kamis (28/5/2020).

Sehari kemudian, yakni Jumat (29/5/2020), Kementerian Urusan Luar Negeri India (MEA) mengeluarkan pernyataan resmi mengenai ketegangan yang terjadi antara pasukan militer India dan Tiongkok di perbatasan kedua negara di Himalaya. MEA menegaskan pihaknya sepenuhnya akan terlibat langsung dengan pihak Tiongkok untuk menyelesaikan masalah dengan damai.

Namun PM Narendra Modi belum membuat komentar apapun, bahkan dikabarkan menghindar membahas masalah dengan Tiongkok saat dikontak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sikap bungkam Narendra Modi, dinilai pengamat merupakan langkah hati-hati karena khawatir dengan intrusi yang dilakukan pasukan militer Tiongkok ke wilayah perbatasan Himalaya dekat India.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Hindustan Times, Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Korut Sebut Terlalu Dini Seruan untuk Mengakhiri Perang Korea

Seruan berakhirnya perang Korea terlalu dini karena tidak ada jaminan hal itu akan mengarah pada penarikan kebijakan bermusuhan AS terhadap Pyongyang.

DUNIA | 24 September 2021

Perlawanan pada Junta Militer Meluas, PBB: Kondisi Myanmar Mengkhawatirkan

Myanmar menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan akibat perang saudara yang meningkat, setelah aksi perlawanan terhadap junta militer meluas.

DUNIA | 24 September 2021

Makalah Peneliti Tiongkok Sebut Covid-19 Menyebar di AS sejak September 2019

Virus penyebab Covid-19 itu diperkirakan menyebar secara diam-diam di AS pada awal September 2019, demikian makalah yang dikembangkan CAS.

DUNIA | 24 September 2021

DPR AS Setujui Anggaran Bantuan US$ 1 Miliar untuk “Iron Dome” Israel

DPR AS pada Kamis (23/9/2021) menyetujui anggaran bantuan US$ 1 miliar (sekitar Rp14,2 triliun) untuk sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

DUNIA | 24 September 2021

CDC AS Rekomendasi Vaksin Booster Pfizer Bukan untuk Tenaga Kesehatan

panel itu menolak merekomendasikan booster bagi dewasa muda, termasuk tenaga kesehatan yang bekerja di tempat dengan risiko tinggi terkena Covid-19.

DUNIA | 24 September 2021

Singapura Laporkan Kasus Covid-19 Tertinggi Sejak Pandemi Dimulai

Singapura melaporkan 1.504 kasus baru Covid-19 pada Kamis (23/9/2021), tertinggi sejak pandemi dimulai awal tahun lalu.

DUNIA | 24 September 2021


Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

Panama beberapa pekan ke depan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap Covid-19 setelah memvaksinasi lebih dari setengah populasinya.

DUNIA | 24 September 2021

AS dan Inggris Sambut Janji Tiongkok untuk Akhiri Pendanaan Batu Bara

Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyambut baik janji Tiongkok untuk mengakhiri pendanaan untuk proyek-proyek batu bara di luar negeri.

DUNIA | 23 September 2021

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Maroko

Aljazair menutup wilayah udara untuk semua pesawat Maroko, sipil dan militer.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Korut Sebut Terlalu Dini Seruan untuk Mengakhiri Perang Korea

Korut Sebut Terlalu Dini Seruan untuk Mengakhiri Perang Korea

DUNIA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings